Viral di Media Sosial
Terkuak Isi Tas Bocah SD di Cimahi yang Ditusuk OTK Sepulang Ngaji, Ada Barang yang Diincar Pelaku?
Terkuak isi tas bocah sekolah dasar (SD) berinisial PS yang meninggal dunia setelah ditusuk orang tak dikenal (OTK) sepulang mengaji, pada Rabu.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Kejadian itu, kata dia, tepat setelah adzan isya saat dirinya hendak pergi mengantar barang.
“Saya panik, tahunya di RS Rajawali itu sudah berceceran darah dan katanya sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Sementara itu, dilansir dari Tribun Jabar, Kasi Humas Polres Cimahi, AKP Hendra Solih Hidayat mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan sejumlah saksi, tidak ada barang korban yang hilang dalam kasus penusukan bocah tersebut.
"Betul, tidak ada barang korban yang hilang, tapi hingga saat ini anggota Satreskrim Polres Cimahi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Meski dipastikan tidak ada barang korban yang hilang, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan terkait motif dibalik aksi penusukan tersebut.
Untuk menangkap pelaku dan mengungkap motif dibalik aksi penusukan itu, kata Hendra, Polres Cimahi sudah membentuk tim gabungan agar kasus ini bisa segera terungkap, apalagi terduga pelakunya terekam CCTV.
"Untuk tim gabungan Polres Cimahi dan Polsek saat ini sudah dibentuk. Sekarang sedang diburu pelaku yang diduga melakukan penusukan tersebut," kata Hendra.
SIMAK VIDEONYA:
Keluarga Tak Ada Masalah
Paman korban, Galih Pratama (30) mengatakan, selama ini orangtua korban maupun korban sendiri tidak ada masalah dengan orang lain, sehingga pihak keluarga pun masih bingung atas perbuatan keji pelaku terhadap keponakannya itu.
"Sepertinya tidak ada masalah, jadi untuk motifnya, kenapa dan seperti apa tidak diketahui. Kita dari pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Kamis (20/10/2022).
Selain itu, pihaknya juga belum mengetahui siapa pelaku yang menusuk bocah kelas 6 SD itu, meskipun terduga pelaku bersama sepeda motornya sudah terekam CCTV.
"Untuk saat ini belum mengetahui (pelaku), tapi kalau dilihat dari CCTV, motor pelaku terlihat sepertinya Mio, jadi yang diketahui ciri-cirinya hanya itu," kata Galih.
Dengan adanya rekaman CCTV itu, pihak keluarga korban meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku, kemudian harus diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
"Pelaku harus diberikan hukuman seadil-adilnya dan kami berharap kepada aparat kepolisian harus cepat tanggap untuk menangkap pelaku," ucapnya.