Kasus Gangguan Ginjal Akut
Selain Gagal Ginjal Akut Misterius, Ini 3 Penyakit Ginjal yang Ditanggung BPJS Kesehatan
Catat daftar 3 layanan kesehatan untuk penyakit ginjal yang ditanggung BPJS Kesehatan. Kasus gagal ginjal akut misterius termasuk.
TRIBUNJAKARTA.COM - Bukan cuma kasus gagal ginjal akut misterius, ini daftar 3 penyakit ginjal yang ditanggung BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan nasional yang menanggung berbagai macam penyakit, termasuk penyakit kronis seperti gagal ginjal akut misterius.
Bentuk perawatan gagal ginjal yang ditanggung BPJS kesehatan menyangkut banyak hal, mulai dari administrasi, pemeriksaan, terapi hingga pengobatan lanjutan.
Penyakit gagal ginjal akut misterius merupakan kategori penyakit katastropik yaitu membutuhkan perawatan medis cukup lama serta berbiaya tinggi.
Penyakit katastropik termasuk gagal ginjal akut menjadi salah satu penyakit yang penanganannya ditanggung BPJS Kesehatan.
Lantas apa saja layanan kesehatan untuk penyakit gagal ginjal akut yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
Baca juga: Kenali 4 Gejala Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Orangtua Perlu Tahu!
1. Transplantasi Ginjal
Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal, adalah prosedur bedah untuk mengganti kerusakan organ ginjal yang dilakukan kepada pasien penderita gagal ginjal stadium akhir.
Ginjal tersebut biasanya didapat dari pendonor. Baik itu pendonor masih hidup (living-donor kidney transplant) atau sudah meninggal (deceased-donor kidney transplant).
Fungsi transplantasi ginjal ini menjadi langkah terbaik untuk membantu meningkatkan kualitas hidup penderita.
Melansir BPJS Kesehatan, jumlah biaya yang ditanggung untuk transplantasi ginjal mencapai Rp 378 juta dan sudah termasuk pemeriksaan, observasi, obat-obatan hingga penyembuhan.
2. Cuci Darah atau Hemodialisis
Perawatan gagal ginjal yang ditanggung BPJS Kesehatan selanjutnya ada cuci darah atau hemodialisis (HD).
Proses cuci darah dilakukan dengan metode serta alat khusus untuk menyaring darah serta menggantikan ginjal yang rusak pada pasien gagal ginjal kronis.
Prosedur cuci darah bagi setiap pasien bisa berbeda-beda menyesuaikan diagnosis, usia, dan jenis kelamin. Ada yang dua kali seminggu atau tiga kali seminggu sesuai anjuran dokter.
Baca juga: Heboh Kasus Gagal Ginjal pada Anak, Ini 14 Rumah Sakit Rujukan Gangguan Ginjal Akut dari Kemenkes