Banjir di Jakarta

Pemkot Jakarta Timur Bangun Waduk dan Embung di Kramat Jati untuk Atasi Banjir Kali Cipinang

Proses pembangunan Waduk Dukuh memiliki luas lebih dari 1 hektare kini sudah mencapai 75 persen.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar saat meninjau pembangunan Waduk Dukuh, Kramat Jati, Minggu (13/11/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pemkot Jakarta Timur membangun Waduk Dukuh dan Embung Tonggara di Kecamatan Kramat Jati untuk mengatasi masalah banjir di permukiman warga.

Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengatakan Waduk Dukuh dan Embung Tonggara tersebut dibangun guna mengurangi debit air Kali Cipinang sehingga tidak meluap.

"Ini adalah persiapan musim penghujan kita upayakan aliran Kali Cipinang sebelum ke hilir bisa kita tampung," kata Anwar di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (13/11/2022).

Proses pembangunan Waduk Dukuh memiliki luas lebih dari 1 hektare kini sudah mencapai 75 persen, menyisakan pembuatan saluran air masuk atau inlate dan saluran keluar atau outlet.

Diharapkan pada puncak musim penghujan yang diprediksi mulai melanda pada bulan Desember 2022 dan awal tahun 2023 Waduk Dukuh ini sudah dapat berfungsi.

Baca juga: Pemkot Jakarta Timur Surati BBWSCC untuk Bangun Turap di Kali Cipinang

"Mudah-mudahan dengan adanya Waduk ini bisa mengurangi genangan dan banjir di wilayah Jakarta Timur,” ujar Anwar.

Sementara untuk Embung Tonggara, Kepala Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur Wawan Kurniawan menuturkan proses pengerjaan kini sudah mencapai 70 persen.

Dari target pembangunan dengan kedalaman empat meter kini sudah terdapatnya 2,5 meter, sehingga secara fungsi Embung Tonggara sudah dapat digunakan.

"Pembangunan Embung Tonggara menggunakan dua unit alat berat. Posisi sekarang sedang angkutin tanahnya keluar (dibuang). Karena kemarin sudah tinggi tanggulnya," tutur Wawan.

Nantinya ketika debit air Kali Cipinang naik maka pintu air Embung Tonggara akan ditutup, sehingga limpahan debit air hujan dari permukiman warga akan tertampung pada embung.

Sementara jika debit pada Embung Tonggara sudah terlampau penuh maka akan dibuang ke aliran Kali Cipinang menggunakan pompa milik Sudin SDA Jakarta Timur.

"Pintu air sudah terbangun," lanjut dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved