Cerita Kriminal

PRT Korban Penyiksaan ASN di Jakarta Timur Masih Dirawat di RS Polri Kramat Jati

Pembantu rumah tangga (PRT) berinisial RNA (18) yang diduga menjadi korban penganiayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjalani perawatan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Science Photo Library via Tribunnews
Ilustrasi penyiksaan - Pembantu rumah tangga (PRT) berinisial RNA (18) yang diduga menjadi korban penganiayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjalani perawatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pembantu rumah tangga (PRT) berinisial RNA (18) yang diduga menjadi korban penganiayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjalani perawatan.

Paman korban, Ceceng mengatakan RNA hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur sesuai permintaan penyelidik Polda Metro Jaya menangani kasus.

"Belum boleh (pulang), masih ada kepentingan untuk penyidik lain. Masih proses Visum Psikiatrikum," kata Ceceng saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (17/11/2022).

Sejak menjalani proses Visum et Repertum Psikiatrikum dan perawatan di RS Polri Kramat Jati pada Kamis (3/11) lalu kondisi trauma dialami RNA sendiri kini sudah berangsur membaik.

Di RS Polri Kramat Jati RNA didampingi pihak keluarga, Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga, Koalisi Sipil Undang Undang Perlindungan PRT, KSP, dan Kementerian Sosial.

"Dari pihak keluarga menyerahkan proses hukum kepada Polda Metro Jaya," ujar Ceceng.

Sebelumnya, RNA dibawa penyelidik Polda Metro Jaya ke RS Polri Kramat Jati untuk proses Visum et Repertum Psikiatrikum pada Kamis (3/11/2022) keperluan penyelidikan kasus.

Baca juga: Trauma Berat PRT Korban Penyiksaan ASN di Jakarta Timur Mulai Membaik

Visum et Repertum Psikiatrikum sendiri merupakan pemeriksaan psikis yang dilakukan tim dokter psikiatri jiwa forensik, prosedur ini kerap dilakukan dalam kasus tindak pidana.

Hasil visum tersebut yang nantinya bakal diserahkan tim dokter psikiatri jiwa forensik RS Polri Kramat Jati ke penyidik Polda Metro Jaya sebagai alat bukti kasus penyiksaan RNA.

Sebagai informasi, RNA bekerja sebagai PRT pada Pasutri warga Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur sejak Mei hingga akhir bulan Oktober 2022.

Tapi sejak Juni hingga akhir bulan Oktober 2022 RNA dianiaya secara biadab oleh Pasutri majikannya secara bergantian dengan alasan dianggap tidak bekerja dengan baik.

RNA ditampar, ditendang, disiram air cabai dan lada, ditelanjangi lalu dipaksa tidur di balkon, bahkan upahnya dipotong dengan alasan untuk ganti rugi bila ada perabot rumah yang rusak.

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan. (IST Tribun Wow)

Sejak Juni hingga akhir Oktober total gaji yang diterima RNA bahkan tidak sampai Rp3 juta, padahal dalam perjanjian kerja korban dijanjikan upah sebanyak Rp1,8 juta per bulan.

Penganiayaan baru berakhir setelah Pasutri majikannya mengantar RNA ke Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur untuk dipulangkan ke kampung halaman.

Setibanya di kampung halaman RNA lalu menceritakan bahwa dia menjadi korban tindak pidana perdagangan orang oleh penyalur kerja dan dianiaya Pasutri majikannya.

Pihak keluarga melaporkan kasus dialami RNA ke Kantor Staf Presiden (KSP) hingga akhirnya korban dapat dirawat inap di RSPAD dan kasus mendapatkan atensi dari Polda Metro Jaya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved