Polemik Kampung Susun Bayam, DPRD Minta Heru Budi Evaluasi Jakpro: Kasihan Bentar Lagi Ambruk

Heru Budi Hartono diminta mengevaluasi penugasan yang diberikan kepada BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) soal adanya polemik Kampung Susun Bayam.

Dok IG @herubudihartono
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meninjau Rumah Pompa Pulomas di Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (17/11/2022). Heru Budi Hartono diminta mengevaluasi penugasan yang diberikan kepada BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) soal adanya polemik Kampung Susun Bayam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono mengevaluasi penugasan yang diberikan kepada BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro)

Hal ini diungkapkan Ida menanggapi polemik Kampung Susun Bayam.

Pasalnya, perusahaan pelat itu diberi tugas di era Gubernur Anies Baswedan untuk membangun dan mengelola Kampung Susun Bayam yang diperuntukan bagi warga korna gusuran Jakarta International Stadium (JIS).

"Jakpro ini menurut saya kasihan benar, karena terlalu banyak beban penugasan-penugasan. Saya berharap pak Pj evaluasi lenugasan yang diberikan kepada Jakpro," ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2022).

Ia menilai, penugasan untuk mengelola Kampung Susun Bayam ini sangat memberatkan Jakpro.

Pasalnya, Jakpro juga diberi tugas mengerjakan sejumlah proyek besar lainnya, seperti pembangunan tempat pengelolaan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) pada 2023 mendatang.

Belum lagi tugas Jakpro mengelola Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Jakarta International Stadium (JIS).

Baca juga: Minta Bantuan Pemprov DKI, Warga Kampung Susun Bayam Bakal Geruduk Balai Kota Esok Hari

"Jakpro nanti bebannya dari mana, anggaran untuk operasional itu," ujarnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pengelolaan Kampung Susun Bayam segera dialihkan ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP).

Bila hal ini tak dilakukan, Ida khawatir Jakpro bakal kolaps lantaran terlalu banyak diberikan beban.

Suasana Kampung Susun Bayam di dekat JIS, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Suasana Kampung Susun Bayam di dekat JIS, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

"Lebih baik memang biarkan saja Dinas Perimahan yang mengerjakan dan menyelesaikan (polemik Kampung Susun Bayam)," kata Ida.

"Jangan semuanya di Jakpro, kasihan Jakpro. Sebentar lagi ambruk kalau kebanyakan beban, bebannya harus dikurangi," sambungnya.

Tanggapan Dinas Perumahan Soal Polemik Kampung Susun Bayam

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved