Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Ferdy Sambo Tunjukkan Gelagat Berbeda di Sidang Rabu 7 Desember, Pakar Mencium Indikasi Kebohongan
Gelagat terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo saat sidang disorot Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Ferdy Sambo Pernah Diperiksa dengan Poligraf
Ferdy Sambo ketahuan berbohong ketika dilakukan uji kebohongan melalui Poligraf.
Saat sidang lanjutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan apakah Ferdy Sambo pernah diperiksa menggunakan alat pendeteksi kebohongan atau Poligraf.
Kemudian Ferdy Sambo mengatakan, bahwa benar dia pernah diperiksa menggunakan Poligraf ketika memberi keterangan.
JPU kemudian mengutip pertanyaan di Poligraf tersebut yang menanyakan apakah Ferdy Sambo melakukan penembakan terhadap Brigadir J.
Pada saat diuji, Ferdy Sambo menjawab "Tidak".
Namun, hasil dari Poligraf menyatakan sebaliknya ketika JPU menanyakan hasil dari pemeriksaan tersebut.
“Apa (hasilnya)?” tanya JPU.
“Tidak jujur,” jawab Ferdy Sambo.
Setelah mendengar jawaban dari Ferdy Sambo tersebut, lantas JPU menghentikan pertanyaannya terkait uji kebohongan yang dilakukan Ferdy Sambo.
Setelah JPU mengehentikan pertanyaan tersebut, Ferdy Sambo meminta izin pada hakim untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hasil dari Poligraf.
Ferdy Sambo mengatakan bahwa hasil uji dari Poligraf tersebut tidak dapat dijadikan pembuktian dalam persidangan.
“Jadi setahu saya poligraf itu tidak bisa digunakan dalam pembuktian di pengadilan, hanya pendapat saja,” ucap Ferdy Sambo.
“Jadi jangan sampai framing ini membuat media mengetahui bahwa saya tidak jujur,” lanjutnya.
Hakim Wahyu pun menanggapi penjelasan dari Ferdy Sambo tersebut.
“Ya nanti biar majelis yang menilai. Masalah kejujuran saudara, majelis hakim yang menilai,” ucapnya.