Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
''Kasihan Pada Saya Yang Mulia'' Ferdy Sambo ke Majelis Hakim Kasus Pembunuhan Brigadir J
Terdakwa otak pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo merasa dirinya perlu dikasihani.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
"Dia melakukan pemerkosaan yang mulia, kemudian dia mengancam juga dan menghempaskan istri saya," ucap Ferdy Sambo.
Baca juga: Ferdy Sambo Genggam Mikrofon Sampai 2 Tangan Saat Beri Kesaksian, Ini Kata Pakar Mikro Ekspresi
Saya tidak kuat mendengar cerita istri saya, dia juga menangis
waktu itu.
Saya emosi sekali
Daya tidak bisa berpikir ini akan terjadi pada istri saya
dia terus menangis kemudian menyampaikan dia juga kaget kenapa bisa Yosua bisa berani seperti kepada istri saya," sambung Ferdy Sambo.

Saat itu juga Ferdy Sambo berencana memanggil Brigadir J karena disebutnya telah mencoreng martabat keluarganya.
Sebab, Ferdy Sambo menyebut tindakan Brigadir J merupakan aib bagi keluarganya dan mencoreng wajahnya sebagai seorang perwira Polri.
"Saya sudah manggil Yosua disana dan akan selesaikan karena nmalu apabila ini diketahui oleh orang lain dan Kasihan pada saya yang mulia.
Ini merupakan pukulan yang berat buat saya, seorang pejabat Polri yang istrinya diperlakukan seperti itu yang mulia," ujar Ferdy Sambo yang disangkakan sebagai otak pembunuhan Brigadir J.
Baca artikel lainnya dari TribunJakarta.com di Google News