Gandeng Google, Dishub Berencana Pakai Teknologi Artificial Intelligence Urai Kemacetan di Jakarta

Bila diterapkan, Artificial Intelligence bakal melakukan analisa terkait kepadatan lalu lintas secara langsung atau real time dan selanjutnya data

Warta Kota/Henry Lopulalan
Suasana kemacetan arus kendaraan di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, saat jam pulang kerja. Terkini, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana gunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan mengandeng Google Indonesia, untuk mengurai kemacetan di Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana gunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Teknologi ini digunakan untuk mengatur durasi lalu lintas di ibu kota sehingga bisa mengurai kemacetan di Jakarta.

"Benar (terkait rencana teknologi Al)," kata Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dishub Provinsi DKI Jakarta Emanuel Kristanto kepada wartawan, Jumat (9/12/2022).

Lebih lanjut, Emanuel menuturkan penggunaan teknologi Artificial Intelligence merupakan hasil kerja sama antara pihaknya dengan perusahaan teknologi informasi swasta, Google.

Di mana penandatanganan nota kesepahaman telah dilakukan pada November 2022 lalu, dengan nama proyek "Green Light".

"Kami tengah bekerjasama dengan Google Indonesia untuk optimasi traffic light di persimpangan. Mereka akan gunakan teknologi AI," lanjutnya.

Baca juga: Bakal Pakai Anggaran Rp8,5 T, Heru Budi Diminta Buat Terobosan Kebijakan Atasi Kemacetan di Jakarta

Baca juga: Dinas Bina Marga DKI Bantah Pelebaran Trotoar Biang Kerok Kemacetan: Itu untuk Konsistensi Jalan

Adapun proyek ini berencana diterapkan pada tahun 2023 mendatang.

Bila diterapkan, Artificial Intelligence bakal melakukan analisa terkait kepadatan lalu lintas secara langsung atau real time dan selanjutnya data dikirim ke Dishub DKI Jakarta

"Secara garis besar Google akan menggunakan teknologi AI mereka untuk menganalisa volume lalu lintas di persimpangan dan merekomendasikan waktu nyala hijau yang optimal di masing-masing kaki persimpangan. Data dikirim ke Dishub dan kita aplikasikan di lapangan," pungkasnya.

Baca artikel TribunJakarta.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved