Sudin SDA Klaim Lokasi Rawan Banjir di Jakarta Timur Berkurang jadi 11 Titik

Sebanyak 11 titik rawan banjir tersebut diklasifikasikan Sudin SDA Jakarta Timur memiliki ketinggian air rata-rata di atas 30 sentimeter, dan surut

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos aka Abdul Qodir
Istimewa
Permukiman warga Kebon Pala yang terendam banjir luapan Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (26/10/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur mencatat jumlah titik rawan banjir yang tersebar di 10 Kecamatan pada tahun 2022 berkurang.

Kepala Sudin SDA Jakarta Timur Wawan Kurniawan mengatakan berdasar catatan pihaknya titik rawan banjir pada tahun 2022 berkurang 13 titik dibanding tahun sebelumnya.

"Kalau catatan kita tahun ini berkurang banyak, dari 24 titik genangan yang tercatat tahun ini ada 11 titik," kata Wawan saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (9/12/2022).

Sebanyak 11 titik rawan banjir tersebut diklasifikasikan Sudin SDA Jakarta Timur memiliki ketinggian air rata-rata di atas 30 sentimeter, dan surut dalam waktu lama setelah hujan.

Menurut Sudin SDA Jakarta Timur, titik rawan banjir berkurang karena sejumlah upaya penanganan banjir dilakukan berhasil, di antaranya pembuatan waduk baru, sumur resapan.

"Termasuk juga pelebaran kali, saluran atau olakan. Dan penambahan kapasitas pompa, serta memperlancar sistem alirannya. Tergantung lokasinya titik genangan awal," ujar Wawan.

Baca juga: Ngadu Lewat Jaki, Warga Kramat Jati Keluhkan Hujan Cuma 5 Menit Buat Banjir Setinggi 50 Cm

Baca juga: 10 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Terjadi Gerakan Tanah, PSI Minta Pemprov DKI Sosialisasi Masif

TribunJakarta.com mencatat titik rawan banjir di Jakarta Timur di antaranya permukiman warga Kelurahan Cililitan, Cawang, Balekambang, Kecamatan Kramat Jati yang berdekatan dengan aliran Kali Ciliwung.

Kemudian permukiman warga Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara yang juga berada di bantaran aliran Kali Ciliwung sehingga kerap terdampak banjir imbas debit air kiriman.

Serta permukiman warga Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar yang berdekatan dengan aliran Kali Cipinang, dan permukiman Kelurahan Cipinang Melayu dekat Kali Sunter.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved