Kasus First Travel

Pilu Korban First Travel Gagal Umrah Meski Sudah Bayar Lunas: Masih Mau Berangkat, Logika Tak Bisa

Kisah Suyono korban penipuan travel umrah First Travel yang sudah membayar lunas. Ia masih ingin berangkat umrah namun secara logika tak bisa.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Suyono korban penipuan First Travel saat dijumpai wartawan di Kejaksaan Negeri Depok, Kamis (19/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Suyono (68) adalah satu ribuan korban agen umrah bodong First Travel.

Tujuh tahun berlalu, niatnya beribadah ke tanah suci belum bisa terwujud karena penipuan yang dilakukan oleh pemilik First Travel yakni Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan

Kepada wartawan, Suyono mengungkapkan awal mula dirinya tergiur dengan promo umrah dari First Travel yang terbilang murah ini.

"Jadi awal mulanya saya punya anak, punya mantu, punya cucu, punya besan, itu sekali berangkat 13 orang (memakasi jasa First Travel) dan aman gak ada masalah," beber Suyoni di Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong, Kamis (19/1/2023).

Dari pengalaman tersebut, timbulah niat Suyono untuk beribadah ke tanah suci menggunakan jasa travel yang sama.

Baca juga: Datangi Kejari Depok, Korban First Travel Minta Penjelasan Terkait Putusan MA Soal Eksekusi Aset

Keinginannya pun semakin bulan, setelah ada dorongan dari pihak keluarganya.

Akhirnya, ia pun mendaftar bersama lima anggota keluarga lainnya.

"Jadi saya dirayu-rayu sama anak, mantu, katanya jalan saja. Terus saya daftar Juni 2015 dengan DP Rp 5 juta, dan pelunasan Januari 2016 nambah Rp 9,3 juta, total Rp 14,3 juta," katanya.

Sejumlah korban First Travel mendatangi Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong, Kamis (19/1/2023).
Sejumlah korban First Travel mendatangi Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong, Kamis (19/1/2023). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Selama menunggu waktu pemberangkatan, ia berujar bahwa lima anggota keluarganya yang lain juga berangkat ke tanah suci bersama First Travel.

Hal itu pun membuat hasrat Suyono untuk unrah semakin menggebu-gebu

"Nah adik kandung saya juga berangkat sama lima orang di bulan Februari 2016 sampai Maret, pikiran saya habis itu saya yang berangkat berenam nih sama istri, besan, tapi ternyata gonjang-ganjing," ungkap Suyono.

"Korban yang lain ada yang disuruh nambah, tapi kalau saya enggak karena katanya daftarnya di bulan Juni 2015. Tapi ternyata begini dampaknya tujuh tahun tanpa kejelasan," timpalnya lagi.

Tujuh tahun berselang, Suyono mengaku mendapat kabar bahwa dalam proses hukumnya, seluruh aset First Travel akan dikembalikan ke para korbannya berdasarkan putusan dari Mahkamah Agung (MA).

Sejumlah korban First Travel mendatangi Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong, Kamis (19/1/2023).
Sejumlah korban First Travel mendatangi Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong, Kamis (19/1/2023). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)
Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved