Bos Ayam Goreng Dihabisi Karyawan
Kerja Belum Seminggu, Karyawan Gerai Ayam Goreng Sakit Hati Pada Hari ke-3, Bunuh Bos Hari ke-5
Pada hari ketiga bekerja, Hari dan MA menyimpan rasa sakit hati kepada IM karena mengomentari kinerjanya. Hari ke-5 kejahatan terjadi.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Hari Kurniawan (21) dan MA (15) merupakan dua orang karyawan yang belum seminggu bekerja di sebuah gerai ayam goreng milik seorang wanita berinisial IM (28). Usaha ayam goreng milik IM berada di sebuah kios di Jalan Raya Sukatani, Kampung Kemejing, Kecamatan Sukakarya, Bekasi. Sehari-hari di kios itulah IM mencari rupiah dan di kios itu pula IM meregang nyawa karena ulah 2 karyawannya itu. Peristiwa mengerikan ini terjadi pada hari Kamis (16/2/2023) pagi hari ketika IM baru saja datang ke kios usahanya tersebut. IM tiba-tiba saja dipukul berkali-kali ke arah kepalanya menggunakan tabung gas 3 kilogram oleh Hari dan MA. Sebenarnya, Hari dan MA belum seminggu bekerja untuk IM, baru lima hari. Pada hari ketiga bekerja, Hari dan MA menyimpan rasa sakit hati kepada IM karena mengomentari kinerjanya. Menurut keterangan Hari dan MA, IM mengomentari kinerja keduanya kurang baik. Untuk itu, IM disebut bakal memotong gaji bulan pertama pelaku. Baca juga: Alasan Karyawan di Bekasi Culik Balita Usai Bunuh Bos Ayam Goreng, Takut Picu Kecurigaan Tetangga "Karena dalam jangka waktu 5 hari tersebut, pada tiga hari pertama dia sampaikan bahwa memang ada sakit hati akibat perkataan dari korban," kata Kanit 2 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Eko Barmula. Pelaku mengatakan gaji pertamanya akan dipotong dari Rp 1,25 juta menjadi Rp 1 juta. "Gajinya sebulan itu akan dikasih Rp 1,25 juta, tapi pas lihat kerjanya mungkin enggak bagus, korban menyampaikan akan menggaji Rp 1 juta," tutur Eko. Anak korban kini yatim piatu Ahza, balita yang masih berusia 1,5 tahun ini merupakan anak IM yang sempat diculik pelaku lalu ditinggalkan begitu saja di sebuah pos ronda di Subang. Eko menjelaskan setelah IM tewas dibunuh, Ahza terus memanggil-manggil sang ibu.
"Kondisi terbaru karena sudah mulai mengingat ibunya. Sekarang Kehilangan ibu jadi sering manggil-manggil nama ibu," ujar Eko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Kolase-Foto-pelaku-pembunuhan-bos-ayam-goreng-dan-TKP-di-Bekasi.jpg)