Depo Pertamina Plumpang Kebakaran

Hamidah Cari Ayahnya yang Jadi Korban Kebakaran Depo: Datangi Posko, RS hingga Susuri Permukiman

Hamidah (33) dirundung kalut menanti proses identifikasi jenazah sang ayah, Ali (67) yang menjadi korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Hamidah (33) saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2023). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Hamidah (33) dirundung kalut menanti proses identifikasi jenazah sang ayah, Ali (67) yang menjadi korban meninggal dunia dalam kebakaran Depo Pertamina Plumpang.

Ali meninggal dunia diduga lantaran terjebak di permukiman saat hendak menyelamatkan diri ketika Depo Pertamina Plumpang terbakar pada Jumat (3/3/2023) sekira pukul 20.00 WIB.

Hamidah mengatakan pada malam kejadian, kedua orang tuanya, Ali dan Nurlaila, berikut kedua anaknya yang berada di rumah sudah berupaya menyelamatkan diri.

"Saya posisi enggak di rumah, cuman dapat cerita dari mamah dan tetangga. Mamah sama anak saya jalan (evakuasi) duluan. Bapak belakangan," kata Hamidah di RS Polri Kramat Jati, Selasa (7/3/2023).

Tidak ada tanda peringatan berupa suara alarm atau sirine sama sekali dari Depo Pertamina Plumpang ketika kedua orang tua dan anak Hamidah menyelamatkan diri dari rumah.

Sebelum api berkobar, mereka bergegas meninggalkan rumah karena mencium bau minyak pekat dari arah Depo Pertamina Plumpang yang mengakibatkan mual dan pusing.

Jarak Nurlaila bersama dua anak Hamidah meninggalkan rumah dengan Ali sebenarnya tidak terpaut jauh, namun Ali diduga memilih jalur evakuasi berbeda lalu terjebak di titik api.

Baca juga: CCTV Rekam Detik-detik Warga Berhamburan Sambil Tutup Hidung Jelang Kebakaran Hebat Depo Plumpang

"Enggak tahu posisi larinya ke mana. Katanya kalau misah lari ke arah depan (rumah) bisa selamat. Kalau belok katanya enggak banyak yang selamat karna tempat kejadian," ujar Hamidah.

Pihak keluarga baru menyadari Ali sudah menghilang ketika Nurlaila dan dua anak Hamidah tiba di posko pengungsian Palang Merah Indonesia (PMI) sementara Ali tidak terlihat.

Hamidah menuturkan sudah berupaya mencari keberadaan Ali dengan mendatangi satu per satu posko pengungsian, termasuk sejumlah rumah sakit (RS) tempat korban dirawat.

Pada Sabtu (4/3/2023) pagi ketika api sudah padam Hamidah bahkan menyusuri sepanjang jalan lingkungan pemukiman warga karena khawatir Ali tertimbun puing reruntuhan bangunan.

Tampak gedung Sentra Visum dan Medikolgal RS Polri Kramat Jati, Selasa (7/3/2023).
Tampak gedung Sentra Visum dan Medikolgal RS Polri Kramat Jati yang menjadi posko antemortem Tim DVI, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2023).

"Saya nyarinya ke seluruh jalanan. Ke RS juga semuanya saya cari terakhir di sini (RS Polri Kramat Jati). Waktu itu yang mencari dari keluarga semuanya, termasuk saudara-saudara," tuturnya.

Kini Nurlaila dan dua anak Hamidah mengungsi di posko pengungsian PMI Jakarta Utara, sementara jenazah Ali diduga berada di ruang Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati.

Sejak Minggu (5/3) Hamidah sudah mendatangi posko antemortem Tim DVI di RS Polri Kramat Jati untuk menyerahkan data pembanding, namun hingga kini jenazah Ali urung teridentifikasi.

"Harapan saya inginnya bapak saya ketemu. Belum mikirin ke depannya," lanjut Hamidah.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved