Asyik Tampil Vulgar Saat Live, 2 Cewek Cantik Diciduk Polres Jakbar: Nekat Demi Raup Cuan Rp 15 Juta

Dua orang wanita cantik berinisial LS (21) dan PP (19) diciduk polisi gara-gara menampilkan konten pornografi saat siaran langsung.

Wahyu Septiana/TribunJakarta.com
Subnit Cyber Crime Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap dua wanita berinisial PP (19) dan LS (21) gara-gara menampilkan konten pornografi saat siaran langsung di aplikasi Dream Live. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Dua orang wanita cantik berinisial LS (21) dan PP (19) diciduk Subnit Cyber Crime Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat gara-gara menampilkan konten pornografi saat siaran langsung.

Diketahui, keduanya sengaja mempertontonkan konten pornografi melalui aplikasi Dream Live secara langsung demi mendapatkan keuntungan.

Kasus tersebut terbongkar saat anggota Cyber melakukan patroli dan menemukan beberapa akun di antaranya akun @upil dan @yayang melalui aplikasi Dream Live melakukan siaran langsung konten pornografi.

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Andri Kurniawan mengatakan, kedua wanita tersebut berperan sebagai host di bawah agensi bernama INFINITY 4EVER yang dikomandoi DSP (33).

"Ke-3 pelaku memiliki peran berbeda-beda di antaranya, PP alias Upil (sebagai Host), LS alias Yayang (sebagai Host) dan DSP sebagai agency," kata Andri Kurniawan di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (14/3/2023).

Baca juga: Sebentar Lagi Puasa, PSK Masih Berkeliaran di Kelapa Gading, Berujung Diciduk Petugas

Andri menjelaskan, pihaknya lantas melakukan pengembangan dan berhasil meringkus dua host tersebut di tempat berbeda.

Pemilik akun @upil yakni PP ditangkap di daerah Pondok Aren, Kota, Tangerang Selatan.

Sedangkan, pemilik akun @yayang yakni LS ditangkap di Jalan Raya Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sementara itu, pemilik agensi berinisial DSP, ditangkap di Jalan Cipinang Kebembem, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur.

"Dari aplikasi tersebut, personel saya perhatiannya melakukan pengungkapan dan akhirnya diamankan tiga orang pelaku. Tiga pelaku itu kami amankan di beberapa tempat berbeda," kata Andri.

"Ada 14 barang bukti, mulai dari pakaian yang digunakan pada saat live, kemudian handphone, buku, serta hasil screenshot pornografi," imbuh dia.

Andri menyebut, aksi ketiganya sudah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

Dari hasil live tersebut, kata Andri, ketiganya mendapat keuntungan sebesar Rp 6 juta sampai Rp 15 juta.

"Dari hasil penyelidikan, kami itu sudah lebih dari tiga bulan, dengan keuntungan rata-rata diambil dari setiap kegiatan adalah Rp 6 juta sampai 15 juta, mereka bagi keuntungannya," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved