Kepala BPN Jakarta Timur Masih Diperiksa Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN

Kepala BPN Jakarta Timur, Sudarman Harjasaputratera masih menjalani pemeriksaan terkait kasus viralnya sang istri.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa BPN Jakarta Timur, Hamdani Azmi (tengah) saat memberi keterangan, Rabu (15/3/2023). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kepala BPN Jakarta Timur, Sudarman Harjasaputratera masih menjalani pemeriksaan terkait kasus viralnya sang istri yang dikabarkan memiliki gaya hidup mewah.

Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa BPN Jakarta Timur, Hamdani Azmi mengatakan pemeriksaan terhadap Sudarman dilakukan Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN.

"Sekarang beliau sedang dalam tahapan pemeriksaan di Irjen," kata Hamdani di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (15/3/2023).

Lantaran masih proses pemeriksaan ditangani Irjen Kementerian ATR/BPN, BPN Jakarta Timur menyatakan belum dapat memberi keterangan terkait kabar viral istri Sudarman.

Mereka hanya memastikan bahwa pelayanan masyarakat di kantor BPN Jakarta Timur hingga kini tetap berjalan normal meski Sudarman sedang menjalani pemeriksaan.

"Jadi kita menunggu hasil juga. Kita sama-sama menunggu hasil dari Kementerian," ujar Hamdani.

Baca juga: Kuncoro Wibowo Eks Dirut Transjakarta Jadi Tersangka Korupsi Bansos, DPRD DKI Merasa Kecolongan

Sebelumnya Kementerian ATR/BPN menyatakan sudah memanggil Sudarman untuk klarifikasi atas kasus viralnya gaya hidup mewah sang istri sejak Jumat (10/3/2023) lalu.

Bahwa sang istri memiliki gaya kerap bepergian ke sejumlah luar negeri seperti Austria, Polandia, Slovakia, Jepang, Korea, Perancis, Venesia menggunakan pesawat kelas bisnis.

Tampak depan gedung BPN Jakarta Timur, Cakung, Rabu (15/3/2023).
Tampak depan gedung BPN Jakarta Timur, Cakung, Rabu (15/3/2023).

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2021 Sudarman juga tercatat memiliki kekayaan Rp 14,7 miliar sehingga dipertanyakan publik.

"Untuk lebih dalam, sedang dilakukan pendalaman, sedang berproses," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN Yulia Jaya, Senin (13/3) sebagaimana dilansir kompas.com.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved