Cerita Krimiinal
Warung Milik Ketua RT di Ciracas Dibobol Maling: Rokok hingga Uang Sedekah Warga Digasak
Meski aksi pencurian dialami terekam CCTV rumah warga, Yabani belum melaporkan kejadian yang dialaminya ini ke Polsek Ciracas karena pertimbangan
Penulis: Bima Putra | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Rumah sekaligus warung kelontong milik Ketua RT 06/RW 06, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur dibobol maling pada Senin (27/3/2023) pagi.
Ketua RT 06/RW 06, Yabani (53) mengatakan pembobolan terjadi ketika rumahnya dalam keadaan kosong karena dia sedang menunaikan ibadah Salat Subuh berjemaah di masjid.
Dari rekaman CCTV menyorot kejadian tampak seorang pemuda membobol kunci gembok pintu rumah menggunakan cairan kimia atau beken disebut cairan setan.
"Di rekaman CCTV itu terlihat dia menuangkan cairan dulu ke gembok, setelahnya langsung dicongkel begitu saja," kata Yabani di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (30/3/2023).
Kala pelaku beraksi sebenarnya terdapat warga yang melintas di lokasi, namun tidak ada menyadari aksi pencurian dengan pemberatan dilakukan sehingga dia leluasa.
Baca juga: Pencurian di Restoran Nasi Goreng Sunter Terekam CCTV, Tablet Jutaan Rupiah Digasak Pegawai Sendiri
Dia bahkan sempat membuka alas kaki yang digunakan sebelum memasuki rumah lalu mengobrak-abrik etalase warung kelontong milik Yabani pada bagian depan.
"Barang yang diambil itu uang receh Rp2 ribuan, macam-macam rokok di etalase, tabung gas satu yang ada isinya. Sama uang kampung sedekah tingkat RW. Kerugian sekitar Rp1 juta," ujarnya.
Setelah melakukan aksinya dalam waktu kurang dari lima menit pelaku melarikan diri meninggalkan pintu rumah Yabani dalam keadaan terbuka, serta gembok yang sudah rusak.
Baca juga: Wanita Cantik Penunggang Vespa Matic Kena Begal Modus Tipu-tipu di Bekasi, Begini Ceritanya
Meski aksi pencurian dialami terekam CCTV rumah warga, Yabani belum melaporkan kejadian yang dialaminya ini ke Polsek Ciracas karena pertimbangan pribadi.
"Kalau uang dagangan saya aman enggak diambil. Kerugian sekitar Rp1 juta itu paling banyak rokok, karena sebelumnya baru belanja. Itu kerugian belum termasuk uang Kampung Sedekah" tuturnya.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.