Pilpres 2024
Pengamat Sebut Anies Baswedan Sedang Tegaskan Dirinya Antitesa Jokowi: Tugasnya Memang Mengkritik
Publik tak perlu kaget jika ke depannya Anies Baswedan bakal sering blak-blakan mengkritik pemerintahan Jokowi
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM - Publik tak perlu kaget jika ke depannya Anies Baswedan bakal sering blak-blakan mengkritik pemerintahan Jokowi
Seperti yang dilakukan Anies di akhir pekan kemarin saat di acara milad PKS dan di acara relawannya, Anies keras mengkritik jalannya pemerintahan saat ini.
Tak hanya itu, Anies juga membandingkan pembangunan infrastruktur di era Jokowi yang disebutnya kalah jauh dengan di kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Anies ingin menunjukan bahwa dia antitesa Jokowi yang diusung oleh Partai non pemerintah atau oposisi," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (23/5/2023).
Karenanya, narasi yang akan terus dibangun Anies yakni soal kritik apa yang selama ini dikerjakan oleh pemerintah.
"Yang ditunjukan Anies memang dia sedang melakukan politik meneguhkan sebagai sosok antitesa Jokowi yang tugasnya memang mengkritik bukan mendukung," ujar Ujang.
Menurut Ujang, justru akan aneh jika Anies yang diusung oleh partai 'oposisi' malah mendukung kebijakan di era Jokowi.
Baca juga: Hari Ini Relawan Ganjar Laporkan Anies Baswedan ke Polisi Karena Diduga Bicara Hoaks di Acara PKS
"Karena kalau dia mendukung ya bukan presiden antitesa Jokowi, apa bedanya dengan koalisi (pemerintah)," ujar Ujang.
Diketahui, pada Sabtu (20/5/2023) saat menghadiri milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anies membandingkan pembangunan era pemerintahan Joko Widodo dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kalau coba dibandingkan dengan zaman SBY, jalan tak berbayar yang dibangun adalah 144 ribu atau 7,5 kali lipat," papar Anies.
Dari data tersebut, untuk jalan yang masuk kategori jalan nasional atau tanggung jawab pemerintah pusat, Anies menyebut hanya 590 kilometer yang dibangun di era Jokowi.
"Di era sebelumnya (SBY) ada 11.800 kilometer, 20 kali lipat (lebih banyak dari era Jokowi)," ujar Anies.
Anies juga menyindir pejabat pembuat aturan yang sekaligus pedagang.
"Kalau pedagang yang pedagang saja. Jangan pedagang sekaligus pejabat dan pembuat aturan," kata Anies.
Ada 8 Tantangan, Alumni ITB Minta Prabowo-Gibran Fokus ke Persoalan Ekonomi |
![]() |
---|
Isu Raffi Ahmad Masuk Bursa Menteri Prabowo Tak Dibantah Gerindra, Prabowo Pernah Sebut Sebagai Staf |
![]() |
---|
Eks Dewan Pakar TPN: Parpol Pendukung Ganjar Mahfud Lebih Layak Masuk Pemerintahan Prabowo |
![]() |
---|
Pengamat Sarankan Prabowo Tempatkan Megawati, SBY dan Jokowi di DPA, Bukan Presidential Club |
![]() |
---|
Pengamat Soal Surya Paloh Sungkan Minta Jatah Menteri ke Prabowo: Tak Semua Perlu Eksplisit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.