Sudah Makan Korban, Politikus PDIP Usul Kasus Kabel Semrawut di Jakarta Dibentuk Pansus
Dalam kasus kabel memjuntai di Jakarta ini, Kenneth menilai Pemprov DKI Jakarta terkesan tidak tegas.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Hardiyanto Kenneth mengusulkan agar kasus kabel semrawut di Jakarta dibawa ke ranah Panitia Khusus (Pansus).
Sebab, kasus kabel semrawut atau menjuntai ini sudah kerap terjadi hingga memakan korban, baik luka serius hingga meninggal dunia.
"Daripada menjadi polemik yang berkepanjangan di masyarakat maka pembentukan pansus kabel semrawut ini menjadi sangat penting supaya ke depannya bisa mendapatkan perhatian lebih serius lagi dari Pemprov DKI dan dari pihak pihak terkait lainnya," kata Kenneth saat dihubungi, Minggu (6/8/2023).
Saya hanya tak ingin wajah Jakarta yang sudah baik dan maju ini jadi tercoreng karena masalah kabel semrawut ini tidak selesai-selesai
Dalam kasus kabel memjuntai di Jakarta ini, Kenneth menilai Pemprov DKI Jakarta terkesan tidak tegas.
Sebab, penjelasan dari Pemprov DKI selalu normatif dengan alasan masih melakukan perapihan terus.
"Tujuan di bentuknya pansus ini bukan karena saya tidak percaya kinerja Dinas Bina Marga ya.
Tetapi kalau dengan adanya Pansus ini saya berharap masyarakat bisa menilai bahwa memang kita serius menanggapi permasalahan ini dan outputnya kita bisa bekerja secara objektif, bisa mengaudit secara keseluruhan dan melihat permasalahan ini secara terang benderang,profesional, transparan dan akuntabel," paparnya.
Pasalnya, sambung Kenneth, keberadaan kabel semrawut atau menjuntai sangat berbahaya bukan hanya kepada pengendara yang melintas, tetapi juga menyebabkan kebakaran.
Menurutnya, Pergub Nomor 106 Tahun 2019 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Infrastruktur Jaringan Utilitas juga sifatnya normatif dan administratif saja dan tak ada sanksi berat kepada pelanggar.
"Saya hanya tak ingin wajah Jakarta yang sudah baik dan maju ini jadi tercoreng karena masalah kabel semrawut ini tidak selesai-selesai, tandasnya.
Beberapa waktu terakhir, masalah menahun di Jakarta yakni kabel semrawut akhirnya menelan korban.
Pertama, kabel menjuntai mengakibatkan seorang mahasiswa Universitas Brawijaya bernama Sultan Rifat Alfatih, kehilangan suaranya.
Peristiwa ini terjadi pada awal Januari 2023 lalu di kawasan Jalan Antasari Raya, Jakarta Selatan.

DPRD DKI Desak Pemprov Tindak Tegas Operator Parkir Ilegal di Jakarta |
![]() |
---|
Ketua DPRD Jakarta Dukung Kebijakan Gubernur Pramono Soal Diskon Pajak Hotel dan Restoran |
![]() |
---|
DPRD Bongkar Ancaman Defisit Anggaran 2026, Pramono Pamer APBD Surplus Rp 14,67 T |
![]() |
---|
RS Royal Batavia Bertaraf Internasional Bisa Jadi Solusi Warga Tak Perlu Jauh Berobat ke Luar Negeri |
![]() |
---|
Komisi D DPRD Apresiasi Pembangunan Rumah Sakit Milik DKI Bertaraf Internasional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.