12 Jam Mengerikan Dilalui Korban Selamat Penculikan Oknum Paspampres, Dicambuk Praka RM Dalam Mobil

Nasib ZF tak semalang Imam Masyukur yang dianiaya sampai akhirnya tewas oleh tiga oknum TNI tersebut. Tetapi peristiwa itu membuat ZF trauma mendalam.

|
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Serambinews.com
Pemuda asal Aceh berinisial ZF (33) berhasil malalui 12 jam mengerikan saat menjadi korban penculikan tiga oknum TNI yang salah satu diantaranya Paspampres. Nasib ZF tak semalang Imam Masyukur yang dianiaya sampai akhirnya tewas oleh tiga orang tersebut. 

ZF ingat betul keempat pelaku mengamankan ponsel, uang di dalam laci tokoknya termasuk di dalam celana dan barang-barang berharga lainnya.

ZF lalu masuk ke dalam mobil diminta para pelaku. Di sana, ada beberapa korban lainnya.

“Saat itu mereka turun dari mobil mencari sasaran lain, dapat tiga orang lagi dari dua toko. Semuanya juga orang Aceh,” ungkap ZF.

Ketiga orang itu juga disuruh membuka baju dan matanya ditutup. Lalu diperintahkan tidur di bagasi bersama dua orang lainnya, termasuk ZF.

“Kami berlima ditidurkan di bagasi berdesak-desakan. Mobil kemudian berjalan pelan-pelan,” kenang ZF.

Para pelaku mengancam jika tak mau cacat, harus menyediakan uang Rp 30 juta per orang.

Satu per satu korban yang ada di bagasi dipindahkan ke tengah untuk akhirnya dieksekusi oleh Praka RM.

Praka RM melecut punggung korban dengan kabel listrik.

Kondisi tubuh ZF, pemuda asal Sawang, Aceh Utara, yang ditangkap dan disiksa oknum Paspampres, Praka RM, pada April 2023 lalu.
Kondisi tubuh ZF, pemuda asal Sawang, Aceh Utara, yang ditangkap dan disiksa oknum Paspampres, Praka RM, pada April 2023 lalu. (Serambinews)

“Saya duluan yang dipukul, karena saya duluan yang ditangkap. Sakitnya luar biasa, saya berulang kali teriak takbir. Saat saya terlalu berontak, saya disetrum hingga lemas,” ungkap ZF.

Di saat seluruh badan sudah luka-luka, permintaan uang yang awalnya Rp 30 juta dikurangi menjadi Rp 20 juta.

ZF pun diminta untuk menghubungi temannya meminta uang. ZF akhirnya memberikan Rp 8 juta kepada pelaku.

"Uang di ATM juga diambil, Rp 800.000, juga di dalam kantong Rp 300.000, serta uang yang dilaci toko. Totalnya mungkin sekitar Rp 10 juta,” sebut ZF.

12 jam dilalui ZF bersama empat orang lainnya di antara hidup dan mati.

Hingga akhirnya pukul 02:00 dinihari, para korban diturunkan di pintu tol keluar Terminal Kampung Rambutan.

ZF sangat trauma dengan kejadian yang baru saja dialaminya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved