Penertiban Lokalisasi Gang Royal
Akhir Kisah Lokalisasi Gang Royal, Prostitusi Ramah Kantong yang Eksis Sejak Tahun 60-an
Setelah lebih dari 50 tahun eksis, sarang prostitusi itu kembali ditertibkan Pemprov DKI Jakarta pada Rabu (20/9/2023) kemarin.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Mayoritas mereka terlihat masih muda dan berasal dari Jawa Barat.
Bahkan, Barry mengaku sempat memesan salah satu PSK yang ternyata merupakan anggota geng motor dari Bandung.
“Pernah main sama yang dari Bandung. Dia ada tato XTC (geng motor Bandung) di dadanya,” tuturnya.
Meski PSK yang dijajakan beragam dan tingkat kriminalitas di kawasan itu tinggi, Barry mengaku tak punya pengalaman buruk.
“Pokoknya ini prostitusi ramah kantong, kamarnya juga nyaman kalau di kafe yang saya kunjungi. Enggak bau, enggak kotor,” kata dia.
Bakal Disulap Jadi RTH
Barry mengaku tak kaget bila Pemprov DKI akhirnya menutup lokalisasi Gang Royal.
Deretan kafe yang dulu jadi saksi bisu perjalanan hidup Barry kini tinggal kenangan.
“Ya mau bagaimana lagi, mungkin itu sudah yang terbaik,” ucapnya.
Menurut rencana, lahan yang tadinya berdiri deretan kafe remang-remang Gang Royal bakal disulap jadi ruag terbuka hijau (RTH).
Pemprov DKI pun mengaku sudah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menghijaukan kembali kawasan itu.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
Kenangan Mahasiswa 5 Kali Punya Malam 'Penuh Warna' dengan PSK di Gang Royal: Murah dan Bagus-bagus |
![]() |
---|
Eks Pelanggan Ungkap Ragam PSK di Gang Royal yang Kini Tutup, Pernah Dapat Wanita Anggota Geng Motor |
![]() |
---|
Cerita Pelanggan Soal Gang Royal yang Kini Ditutup: Prostitusi Ramah Kantong, Modal 150 Dijamin Puas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.