Asal Usul Sinterklas yang Kerap Muncul saat Perayaan Natal, Ternyata Bukan dari Kutub Utara

Ternyata begini asal usul sinterklas yang jadi ikon perayaan natal setiap tahun, bukan berasal dari Kutub Utara loh.

Editor: Muji Lestari
Freepik.com
Ilustrasi Sinterklas. Simak asal-usul Sinterklas hingga bisa jadi ikon Natal. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kerap jadi ikon Hari Natal, ternyata asal usul Sinterklas bukan berasal dari Kutub Utara loh.

Nama Sinterklas atau Santa Claus tentu sudah tidak asing di telinga kita, sosok yang digambarkan sebagai pria berjanggut dan berpakain serba merah itu kerap dinantikan kedatangannya.

Menjelang Hari Natal, dekorasi khas Sinterklas mulai menghiasi setiap sudut kota.

Karakter Sinterklas dipercaya sebagai, sosok pembawa hadiah Natal untuk anak-anak di seluruh dunia.

Sampai saat ini banyak yang mengira sosok pemberi hadiah saat Natal itu datang dari Kutub Utara.

Begitu juga anak-anak di Eropa dan Amerika, mereka akan menyebutkan kalau Sinterklas atau Santa Claus berasal dari Kutub Utara.

Tak heran, penampilannya yang digambarkan berperawakan besar, dan mengenakan mantel membuat orang mengira ia berasal dari tempat dingin yang bersalju.

Dikisahkan bahwa setiap malam Natal tiba, Sinterklas akan pergi keliling dunia bersama kereta terbang dan rusa-rusanya, mengantarkan hadiah untuk semua anak di dunia.

Namun, tahukah kamu sejarah di balik karakter Sinterklas yang erat dengan Natal ini?

Bermula dari Perayaan Hari St. Nicholas

Sinterklas diketahui merupakan representasi dari tokoh Saint (Santo) Nicholas yang hidup circa abad ke-4 Masehi.

Mengutip Ensiklopedi Gereja (2005) yang disusun Adolf Heuken, Sinterklas adalah seorang uskup dari Kota Myra, wilayah kecil yang pernah menjadi bagian kekuasaan bangsa Romawi, tepatnya di wilayah Turki.

Ilustrasi sinterklas.
Ilustrasi sinterklas. (freepik)

Setiap tanggal 6 Desember, Saint Nicholas atau Santa mengadakan pesta serta menyediakan banyak hadiah untuk diberikan kepada anak-anak.

Tidak hanya sebatas itu, orang yang dinilai sedang mengalami kesusahan dan membutuhkan pertolongan akan ia bantu sepenuh hati.

Saking baik hatinya, Meg Cabot dalam Holiday Princess (2005) mengatakan juga Saint Nicholas dianggap sebagai orang suci.

Bermula dari hal tersebut, setiap tanggal 6 Desember umat beragama Kristiani akan merayakan Hari St. Nicholas, yang paling banyak merayakan yaitu Eropa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved