Viral di media sosial

PO Haryanto Bantah Lakukan Tabrak Lari, Klaim Sopir yang Seruduk Pajero Langsung Evakuasi Penumpang

PO Haryanto bantah tudingan tabrak lari soal kecelakaan di Tol Batang. Sopir yang seruduk Pajero, disebut sempat berhenti dan evakuasi penumpang.

(Instagram @haryantomania_ig)
Bus PO Haryanto usai alami kecelakaan 

TRIBUNJAKARTA.COM - PO Haryanto bantah tudingan tabrak lari soal kasus kecelakaan yang terjadi di Tol Batang.

Sebelumnya viral di sosial media, satu unit mobil Pajero ringsek parah usai diseruduk oleh bus PO Haryanto saat melintas di Tol Batang.

Korban curhat di sosial media TikTok bahwa mobilnya rusak parah.

Namun bukannya bertanggung jawab, melalui akun TikTok @atra_aticarahma korban mengaku bahwa bus tersebut malah pergi begitu saja usai peristiwa kecelakaan terjadi.

"Bus pergi begitu saja meninggalkan saya dan anak kecilku yang menangis sendirian ketakutan melihat orang tuanya tak sadarkan diri di tempat," tulis akun tersebut.

Menanggapi viralnya kasus ini, PO Haryanto buka suara.

Pihaknya membantah bila sopir bus kabur saat kejadian kecelakaan itu.

Hanya saja, PO Haryanto mengklaim bahwa bus mencari tempat aman untuk berhenti.

Bus disebutkan berhenti dengan jarak sekira 100 meter dari lokasi kejadian.

Pernyataan PO Haryanto ini diunggah oleh akun instagram @haryantomania_ig pada Kamis (4/1/2024).

"Menanggapi kejadian yg lagi hangat di media sosial saat ini&banyak nya pertanyaan yang masuk mengenai banyak yg bilang Bahwa driver & Bus PO Haryanto kabur disaat kejadian&Dari pihak PO Haryanto tidak ada pertanggung jawaban.. “

"Disaat kejadian tersebut untuk driver dan bis sama sekali tidak kabur, posisi kendaraan kurang lebih 100 meter di depan, untuk mencari lokasi aman&untuk mengevakuasi penumpang," tulisnya.

Dalam unggahannya, PO Haryanto menampilkan beberapa foto yang diambil pasca kecelakaan.

Foto pertama, menunjukan kerusakan bus pada bagian depan. Kaca bus itu, juga pecah.

PO Haryanto mengklaim, foto pertama menunjukan saat bus yang bersangkutan berhenti di jarak sekira 100 meter dari lokasi kecelakaan untuk evakuasi penumpang.

Disebutkan, ketika itu kondisi bus memang dalam keadaan penuh penumpang lantaran sedang musim libur Tahun Baru.

Foto kedua pun memperlihatkan saat sejumlah penumpang turun dari bus.

Sementara foto ketiga, menunjukan suasana di rumah sakit.

"Slide 2 Crew sedang Berusaha membantu untuk mengeluarkan barang2 penumpang, dan koordinasi ke pihak kantor supaya mendapatkan penanganan, dikarenakan posisi bis akan di ditarik ke kantor jasa marga untuk dievakusi&penumpang menunggu bis bantuan untuk mengantarkan ke tujuan,"

"Slide 3.Suasana dirumah sakit kel korban kecelakaan, disitu PO Haryanto diwakili oleh Om Sus kemeja putih selaku pengurus PO Haryanto ditemani pihak kel korban untuk menjenguk&bermediasi dengan pihak kel korban,” tulisnya.

 

Di lain hal, PO Haryanto juga meminta maaf.

Khususnya bila ada intimidasi dari pihaknya saat datang ke rumah sakit.

"Mohon maaf bila memang benar terjadi intimidasi dari pengurus kami pihak kantor tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas."

"Demikian yangg bisa kami sampaikan,mudah-mudahan semoga urusan ini lekas selasai&Untuk seluruh korban lekas pulih&sehat kembali."

"Dan minta doanya untuk crew kami semoga kuat menghadapi musibah&masalah ini,karena beliau pun tidak menginginkan musibah ini, untuk yg bersangkutan saat ini sudah berada di pihak yg berwajib," tulis PO Haryanto

Kronologi kejadian

Melalui akun Tiktok, korban menceritakan kronologi kejadian kecelakaan itu.

Korban bercerita, saat melaju di Tol Batang mobil Pajero miliknya sedang melintas pelan di jalur lambat.

Akan tetapi bus dengan kecepatan tinggi langsung menghantam dari belakang.

Saat itu korban berada di dalam mobil bersama dengan anaknya yang masih kecil.

Korban mengaku sempat tak sadarkan diri.

Sedangkan anaknya, menangis ketakutan melihat orangtuanya tak sadar.

"Dari luka mobil saja terlihat mobil bagian depan dalam keadaan baik. jelas ditabrak brutal sepihak oleh sebuah kendaraan sangat besar yaitu BUS PO HARYANTO," tulis korban lewat akun TikToknya.

Korban diketahui mengalami patah tulang di pinggul dan juga kaki akibat kecelakaan ini.

Kondisi tersebut membuat korban tak mampu berjalan.

Korban menyebut, sudah berusaha menghubungi pihak PO Haryanto.

Akan tetapi saat cerita itu dinaikan di TIkTok, belum ada respon.

Hal ini yang akhirnya membuat dirinya mengunggah kasus kecelakaan itu ke media sosial.

"Tidak ada etikat baik untuk bertanggung jawab. Dia bilang tanggung jawab/santunan biasanya diberikan 'jika korbannya meninggal dunia',"

"Memang kami masih diberikan kehidupan, tapi patah tulang di pinggur & kaki menjadi 3 bagian, membuat saya tidak mampu berjalan.”

"Saya berusaha menghubungi Anda, dan Anda tidak ada respon sama sekali," tulis korban.

Baca artikel menarik lainnya di Google News.

 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved