Disegani Warga, Empat Lawan Korban Carok Kakak Beradik di Bangkalan Bukan Orang Biasa
Kakak beradik tersangka carok di Bangkalan digiring penyidik Polres Bangkalan, Minggu (14/1/2023). Keduanya ternyata bukan sosok sembarangan.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM - Tak sampai Mochamad Wardi (35) mengerem motornya, Hasan Busri (39) meloncat dan mendadak menyerang Mat Tanjar (45), Mat Terdam (26), Najehri (42) serta Hafid (45) yang sudah menunggu di lokasi. Wardi menyusul sang kakak dan ikut menyerang.
Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri, serta Hafid, bukanlah warga biasa, tapi dari kalangan blater atau pendekar. Mat Tanjar dan Mat Terdam kakak beradik, dan Najehri adalah pamannya. Mereka dari Desa Larangan Timur.
Sementara Hafid tak punya hubungan keluarga dengan ketiganya. Hafid tercatat warga Desa Bumianyar. Kedua desa ini bertetangga tapi masih di Kecamatan Tanjungbumi.
Tiga dari empat lawan Hasan dan Wardi tewas di Juk Korong, antara Jalan Raya Tanjungbumi dan Pantai Indah Tanjungbumi di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, Jumat (12/1/2024) bakda Magrib. Satu laginya menyusul dalam perjalanan ke puskesmas.
"Empat korban itu pendekar semua. Orang kuat, memang ditakuti. Semua warga kenal. Masih bersaudara dari Desa Larangan," ucap seorang warga di lokasi malam itu.
Keempat mayat korban diautopsi di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) di Bangkalan sejak Jumat tengah malam hingga Sabtu (13/1/2023) pagi. Lalu dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan.
Dalam kehidupan masyarakat Madura, blater menjadi pusat orientasi kepemimpinan masyarakat karena mereka memiliki keberanian dan kekebalan diri. Sehingga blater disegani oleh masyarakat.
Tragedi berdarah Jumat malam itu sempat terekam dalam video amatir warga berikut narasinya menggunakan bahasa Madura. Terdengar suara mengerang dalam perkelahian menggunakan celurit atau carok antara Hasan dan Wardi versus Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri, serta Hafid.
"Settong (satu), duwa' (dua), tello' (tiga), iyeh empa' se mateh (iya, empat yang mati)," begitu narasi pria di dalam video amatir yang beredar viral di media sosial.
Carok sejatinya pertarungan menggunakan senjata tajam celurit untuk memulihkan harga diri yang dilecehkan.
Tapi kini carok sudah bergeser maknanya. Perkelahian mematikan dengan celurit sudah disebut carok, seperti menjawab tantangan duel dengan senjata. Itulah yang terjadi pada Hasan dan Wardi versus Mat Tanjar dan Mat Terdam.
Mulanya Mau Tahlilan
Semua itu bermula saat Hasan duduk di pos ronda pinggir jalan, hendak tahlilan tetangganya bakda Magrib di Desa Bumianyar. Pandangannya terganggu dengan sorot lampu motor yang dipacu Mat Terdam. Apalagi Mat Terdam juga ngebut.
Hasan lantas menegur dan Mat Terdam menghentikan motornya. Tidak terima, Mat Terdam membentak Hasan. Mat Tanjar melibatkan diri dalam cekcok adiknya dengan Hasan di lokasi.
Tak cukup cekcok, Mat Terdam lalu memegang tubuh Hasan dan memintanya untuk tak bergerak. Mat Tanjar lalu mendekat dan menghajar Hasan. Selain dikenal sebagai pelatih silat, Mat Tanjar sehari-hari penjaga tambak.
“Jek ngal-bengal nyapah engkok (Kok, beraninya menyapa saya),” ujar Mat Tanjar kepada Hasan malam itu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.