Pemilu 2024

Trauma PRT Yuni Pernah Dilecehkan Hingga Direndahkan Majikan, Kini Maju Sebagai Caleg DPRD DKI

Yuni Sri Rahayu (41) menceritakan kisahnya bertahun-tahun menjadi PRT. Yuni jadi korban pelecehan hingga direndahkan. Kini maju jadi caleg DPRD DKI.

Tayang:
Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com
Yuni Sri Rahayu (41), caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Buruh, saat diwawancarai di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2024). Yuni Sri Rahayu (41) menceritakan kisahnya bertahun-tahun menjadi PRT. Yuni jadi korban pelecehan hingga direndahkan. Kini maju jadi caleg DPRD DKI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Yuni Sri Rahayu (41) menceritakan kisahnya selama bertahun-tahun menjadi Pekerja Rumah Tangga (PRT).

Yuni, calon legislatif (caleg) DPRD DKI dari Partai Buruh, mengaku pernah mendapatkan perlakuan diskriminatif dari majikannya.

Bahkan, ia sempat dipotong gaji tanpa alasan yang jelas.

"Kalau saya paling dipotong gaji, nggak boleh duduk di bangku waktu jemput anak majikan," kata Yuni, Jumat (2/2/2024).

Yuni dilarang duduk di kursi dengan alasan hanya majikan yang boleh menempatinya. Selain itu, ia juga tidak diperbolehkan menaiki lift yang sama dengan majikan.

"Mereka bilang kalau pembantu ga boleh. Terus saya bilang, 'kenapa nggak boleh pembantu? Kan sama saja, apalagi itu kursi kosong'. Ya intinya direndahkan," ungkap dia.

"Dituduh mencuri juga pernah, pelecehan seksual juga pernah, tapi verbal. Jadi bikin trauma rentetan kejadian ini sebenarnya. Tapi mau gimana, kita butuh kerjaan ini," imbuhnya.

Yuni Sri Rahayu (41), caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Buruh, saat diwawancarai di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2024).
Yuni Sri Rahayu (41), caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Buruh, saat diwawancarai di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2024). (Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com)

Yuni yang tergabung dalam Partai Buruh berada di Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Jakarta Selatan yang meliputi wilayah Cilandak, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, dan Setiabudi.

Yuni mengakui persaingan di Dapil 7 Jakarta Selatan cukup berat lantaran dihuni banyak nama besar.

Salah satunya yaitu Astrid Kuya yang merupakan istri dari artis Uya Kuya.

"Kalau partai-partai lain kan besar-besar semua, ada kan artis istrinya Uya Kuya itu Dapil 7 juga," kata Yuni.

Yuni pun mengibaratkan Dapil 7 Jakarta Selatan sebagai dapil neraka.

"Makanya ada yang bilang Dapil 7 itu dapil neraka," ujar dia.

Meski begitu, ibu empat anak itu mengaku tidak terlalu memikirkan para caleg lain yang menjadi pesaingnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved