Pilpres 2024

Dokter Muda Sampaikan Aspirasi Soal Program Makan Siang Gratis ke Hashim Djojohadikusumo

Sejumlah dokter muda menyampaikan aspirasinya mengenai program kesehatan yang ditawarkan pasangan Prabowo-Gibran.

Elga Hikari Putra/TribunJakarta.com
Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Hashim Djojohadikusomo saat mendengarkan aspirasi dari para dokter muda di markas Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta, Selasa (6/2/2024) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Sejumlah dokter muda menyampaikan aspirasinya mengenai program kesehatan yang ditawarkan pasangan Prabowo-Gibran.

Hal itu mereka sampaikan saat berdiskusi dengan Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Hashim Djojohadikusomo di markas Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta, Selasa (6/2/2024) malam.

Yang paling banyak disampaikan tentunya mengenai program makan siang dan susu gratis serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil yang menjadi program andalan Prabowo-Gibran.

Para dokter muda itu memberi sejumlah masukan terhadap program yang bertujuan untuk mencegah stunting dan meningkatkan SDM anak-anak Indonesia ke depannya.

"Terkait susu pak, perlu diperhatikan kualitas susu untuk anak-anak, jangan sampai kita memberikan yang kurang baik," ucap salah satu dokter ketika sesi tanya jawab dengan Hashim.

Hashim pun menjawab akan memprioritaskan tambahan gizi terbaik untuk anak-anak Indonesia agar generasi ke depan bisa bersaing dengan anak-anak dunia di kancah internasional.

"Kita akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan ibu hamil. 

Sejak dalam kandungan akan kita perhatikan gizi mereka," kata Hashim.

Sejarah Revolusi Putih Prabowo

Dalam kesempatan itu, Hashim juga menjelaskan asal-usul revolusi putih yang dicanangkan Prabowo.

Hal itu bermula sejak Tahun 2006 silam ketika Prabowo mengetahui bahwa 30 persen anak-anak Indonesia kala itu mengalami stunting.

"Dari situ Pak Prabowo mulai suatu program yang namanya revolusi putih. Putihnya itu merajuk dari warna susu," ujar Hashim.

Idealnya, kata Hashim, bukan hanya susu saja yang harus diberikan kepada anak-anak Indonesia. 

Tetapi diberikan pula asupan bergizi lainnya mulai dari telur, ikan maupun kacang ijo.

Apalagi, lanjut Hashim, hingga data Tahun 2023 lalu, angka stunting di Indonesia jumlahnya masih terbilang besar.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved