Warga Rawa Terate Jakarta Timur Sulit Daftar Sekolah karena Tak Ada SMP dan SMA Negeri

Ketiadaan SMP dan SMA Negeri di Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur membuat warga kesulitan mengakses pendidikan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Kompas.com
Ilustrasi siswa SD - Warga Rawa Terate Cakung tidak memiliki SDN dan SMPN. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Ketiadaan SMP dan SMA Negeri di Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur membuat warga kesulitan mengakses pendidikan.

Untuk mendapat akses pendidikan di SMPN dan SMAN di bawah naungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, anak-anak warga Rawa Terate harus mendaftar pada sekolah jauh di tempat tinggal mereka.

Ketua RW 05 Rawa Terate, Hendra Hadiansyah mengatakan akibat ketiadaan SMPN dan SMAN ini warganya bahkan terpaksa memilih sekolah swasta dengan biaya yang memberatkan ekonomi.

"Sangat kesulitan sekali, kami butuh SMPN dan SMAN di Rawa Terate. Kebanyakan warga memilih sekolah swasta dengan biaya yang cukup mahal," kata Hendra, Jumat (8/3/2024).

Pilihan mendaftarkan anak pada sekolah swasta terpaksa dilakukan karena sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang kini berlaku menggunakan sistem zonasi atau tempat tinggal.

Bila warga mendaftarkan anak-anak pada SMPN dan SMAN di luar Rawa Terate maka mereka akan sulit diterima, karena zonasi memprioritaskan jarak tempat tinggal peserta didik.

"Selama ini warga sangat kesulitan sekali dengan sistem zonasi. Harapan saya selaku Ketua RW kiranya pemerintah secepatnya membuat SMPN dan SMAN di wilayah kami," ujarnya.

Hendra menuturkan pihaknya sudah pernah mengajukan pembangunan SMPN dan SMAN melalui Kelurahan Rawa Terate secara musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).

Termasuk menyampaikan permintaan pembangunan SMPN dan SMAN secara lisan kepada pihak Kelurahan Rawa Terate agar dapat diteruskan kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Namun berdasar informasi yang diterima warga, pembangunan SMPN dan SMAN di wilayah Rawa Terate belum dapat dilakukan karena terkendala masalah lahan.

"Kemungkinan terkendala dengan lahan yang akan dibangun, masih dalam proses infonya," tuturnya.

Sebelumnya, pihak Kelurahan Rawa Terate menyatakan ketiadaan SMPN dan SMAN akibat tidak adanya lahan aset Pemprov DKI Jakarta yang dapat digunakan untuk pembangunan.

Namun Lurah Rawa Terate, Jainudin mengatakan pada tahun 2024 ini Pemprov DKI Jakarta sudah mendapat lahan yang rencananya dapat digunakan untuk pembangunan gedung SMPN.

Aset yang digunakan tersebut merupakan lahan seluas 2.800 meter persegi di sebelah kantor Kelurahan Jatinegara dan kini dalam proses serah terima dari Dinas PPKUKM ke Dinas Pendidikan.

"Kebetulan sekarang ada aset Pemda yang sekarang tidak digunakan, milik Dinas PPKUKM, rencana mau dimutasi ke Sudin terkait. Baru tahun ini. Ini baru SMP dulu (mau dibangun)," kata Jainudin.

Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved