Pilpres 2024
Pengamat Sebut 3 Partai Tak Layak Masuk Istana, Prabowo Disalahkan Karena Membujuk
Ada tiga partai yang dinilai tidak layak masuk Istana setelah Pilpres 2024 ini.
TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik, Ray Rangkuti menyebut ada tiga partai yang tidak layak masuk Istana setelah Pilpres 2024 ini.
Mereka adalah partai dari Koalisi Perubahan pengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Sebab, NasDem, PKB dan PKS mengajukan program yang bertentangan dengan pemilik suara terbanyak, yakni pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Seperti diketahui, kendati hasil rekapitulasi menunjukkan Prabowo-Gibran unggul telak dengan suara mencapai 58 persen, pasangan Anies-Muhaimin yang memeroleh 24 persen suara dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang memeroleh 16 persen suara tengah menggugat hasilnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Lantas, mengapa partai pengusung Ganjar-Mahfud masih disebut layak dengan pemerintahan selanjutnya, karena sama-sama mengusung narasi keberlanjutan, seperti Prabowo-Gibran.
"Sejatinya 3 partai politik yang menggemakan perubahan pada Pilpres 2024. Parpol yang tidak layak dan tidak patut untuk diajak berkoalisi dengan Pak Prabowo," kata Ray, Senin (25/3/2024), dikutip dari Tribunnews.
Perbedaan visi antara melanjutkan kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi dengan perubahan, tidak layak duduk dalam satu kabinet.
"Sementara Pak Prabowo seperti kita ketahui adalah calon presiden yang mengusung kelanjutan kebijakan dari Pak Jokowi," kata Ray.
"Ketiganya adalah PKB, PKS, Nasdem. Ini partai yang jelas-jelas di Pilpres 2024 menyatakan mengusung perubahan," lanjutnya.
Bagi Ray, seyogyanya, paratai dengan narasi perubahan berada di luar pemerintahan menjadi oposisi.

Mereka bertugas memelototi jalannya pemerintahan dengan kritis sebagai penyeimbang.
Pun, visi perubahan yang sudah digembar-gemborkan selama masa kampanye, menjadi tanggung jawab moral tersendiri kepada masyarakat.
Tiga partai itu harus konsisten seperti apa yang diucapkannya saat merayu masayrakat memilih mereka.
"Itu sebagai tanggung jawab politik mereka," tegas Ray.
Di sisi lain, Ray juga menyalahkan Prabowo yang membujuk partai yang kalah untuk bergabung ke dalam barisannya.
Ada 8 Tantangan, Alumni ITB Minta Prabowo-Gibran Fokus ke Persoalan Ekonomi |
![]() |
---|
Isu Raffi Ahmad Masuk Bursa Menteri Prabowo Tak Dibantah Gerindra, Prabowo Pernah Sebut Sebagai Staf |
![]() |
---|
Eks Dewan Pakar TPN: Parpol Pendukung Ganjar Mahfud Lebih Layak Masuk Pemerintahan Prabowo |
![]() |
---|
Pengamat Sarankan Prabowo Tempatkan Megawati, SBY dan Jokowi di DPA, Bukan Presidential Club |
![]() |
---|
Pengamat Soal Surya Paloh Sungkan Minta Jatah Menteri ke Prabowo: Tak Semua Perlu Eksplisit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.