DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap
Fery Warga Sekitar SMPN 11 Cirebon Ikhlas Pegi Jadi Tersangka Kasus Vina, Asal Syaratnya Ini
Warga sekitar, Feri Heriyanto, rela menerima Pegi Setiawan dijebloskan ke penjara dan para terpidana lainnya jika dibuka secara transparan.
TRIBUNJAKARTA.COM, CIREBON - Warga sekitar tempat kejadian pembunuhan Vina dan Eky, Fery Heriyanto, masih menemukan kejanggalan dalam kesaksian Aep.
Padahal, kesaksian Aep sudah menjadi bukti di persidangan untuk menghukum para terpidana.
Fery bakal ikhlas asal syaratnya kasus ini dibuka secara transparan.
"Kalau para terpidana salah silakan hukum, tapi buktikan dulu indikator mereka bersalah. Tapi ketika sebaliknya, saya datang memberi kesaksian juga harap hukum bisa adil dan membebaskan mereka," ucap Fery seperti dikutip TribunJabar.
Warga yang tinggal di belakang SMPN 11 Cirebon tersebut meragukan kesaksian Aep, saksi kunci dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.
Penjelasan Aep tidak dapat dipercaya karena berbagai alasan.
"Saya mungkin juga sama dengan orang-orang, bahwasanya kesaksian Aep meragukan. Karena penjelasannya dengan cara menggunakan masker, gestur tubuhnya, matanya yang terlihat berbohong. Di situ saya merasa kesal," ujar Fery.
Ia meragukan pernyataan Aep tentang adanya warung di depan tempat kerja Aep yang menjadi lokasi pertemuan para pelaku.
"Tapi dengan penjelasan Aep yang ada warung di depan tempat kerjanya lalu melihat ada para pelaku, itu saya ragukan. Karena di depan tempat kerjanya yaitu tempat cucian mobil itu enggak ada warung, karena saya yang rumahnya di belakang SMPN 11 suka beli rokok dan tahu betul tidak ada warung di depan cucian mobil waktu itu," ucapnya.
Feri menambahkan, bahwa warung terdekat berada di depan MAN 2 Cirebon dan warung tersebut sudah ada sejak lama namun jaraknya cukup jauh dari tempat cucian mobil.
Selain itu, Feri juga meragukan klaim Aep yang mengaku bisa melihat para pelaku, termasuk Pegi, berada di lokasi kejadian.
"Itu yang membuat saya janggal," katanya.
Feri yang tinggal di belakang SMPN 11 Cirebon memang melihat para terpidana seri nongkrong di depan sekolah tersebut.
"Tapi cuma gitar-gitaran, karena enggak ada tempat nongkrong lagi," ujarnya.
Feri juga menegaskan, ia tidak ikut dalam penggerebekan di tempat kerja Aep. Tetapi ia mendengar informasi mengenai penggerebekan tersebut yang dilakukan sebelum penangkapan dan pembunuhan Vina dan Eki terjadi.
Penggerebekan itu dilakukan oleh enam warga yang telah dinyatakan oleh warga lainnya bernama Samsuri.
Warga lain benarkan keterangan Fery
Setelah warga sekitar bernama Fery angkat bicara ke Youtuber Dedi Mulyadi.
Kini warga bernama Samsuri bersedia diwawancarai oleh awak media.
Keterangan Samsuri menguatkan penjelasan Fery soal suasana di tempat aksi pelemparan batu oleh 8 terpidana itu.
Pada tahun 2016 silam, suasana sepi dan minim pencahayaan.
Berikut tiga bantahan baru yang dilayangkan Samsuri kepada Aep.
Pertama, Aep menyebut lokasi di samping SMPN 11 Cirebon pada 2016 terdapat sebuah warung.
Namun, sebagai warga sekitar, Samsuri tak pernah melihat ada warung berdiri di sana.
"Bukannya enggak buka, di sini (pada tahun 2016) enggak ada," katanya seperti dikutip dari Tayangan Kompas TV pada Kamis (30/5/2024).
Kala itu, kata dia, ada warung yang berdiri di perempatan jalan.
Namun warung itu hanya buka sampai jam 8 malam.
"Kalau lokasi di depan pencucian Aep itu enggak ada warung sama sekali," ucapnya.
Kedua, Samsuri mengenal empat dari 8 terpidana kasus tersebut.
Keempat orang tersebut kerap nongkrong di pinggir jalan.
Aep menyebut Vina dan Eky sempat dikejar oleh geng motor.
Menurutnya, empat orang yang dikenal Samsuri bukan lah geng motor.
"Sama pelaku kenal sebagian. Nah, pelaku bernama Hadi, Eko, Saka dan Sudirman itu bukan geng motor. Mereka kuli bangunan," katanya.
Samsuri menilai mereka sosok yang sopan.
"Saya ortu merasa dihargai lah," ujarnya.
Ketiga, Samsuri kala itu tak mendengar adanya keributan di sekitar lokasi kejadian.
Sementara Aep menyebut sempat terjadi keributan di malam sebelum Vina dan Eky dibunuh.
"Enggak ada keributan-keributan, enggak ada ramai-ramai gitu," pungkasnya.
Aep siap bersaksi
AEP, saksi mata kasus pembunuhan Vina dan Eki meyakini jika Pegi Setiawan alias Perong DPO yang ditangkap adalah pelaku asli.
Seperti diketahui, AEP merupakan saksi yang bekerja sebagai tukang cuci mobil di sebuah bengkel yang kebetulan berdekatan dengan tempat kejadian perkara (TKP).
Saksi AEP juga mengaku sempat dimintai keterangan oleh Dirkrimum Polda Jawa Barat dan Polres Cirebon untuk memastikan pelaku yang diamankan adalah DPO pembunuhan Vina dan Eki.
Terkuaknya kasus Vina Cirebon ini juga tak lepas berkat kesaksian Aep kepada ayah korban Eki, Rudiana beberapa hari setelah kejadian.
Dari kesaksian Aep itulah akhirnya polisi menangkap delapan pemuda Cirebon, satu di antaranya masih di bawah umur kala itu.
Delapan tahun kasusnya berlalu, Aep mengaku masih ingat dengan wajah para pelaku kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Awalnya, Aep tidak tahu bahwa geng motor yang sering nongkrong di depan temapt kerjanya adalah pelaku pembunuhan Vina dan Eki.
Sebab di malam kejadian, Aep cuma melihat momen sekilas Vina dan Eki dilempari batu oleh geng motor tersebut.
"Waktu kejadian kamu lagi apa?" tanya Dedi Mulyadi dilansir TribunnewsBogor.com dari laman Youtube-nya, Senin (27/5/2024).
"Lagi beli rokok, jajanan di warung, di samping SMP 11. Ada motor korban lewat, jalan biasa aja. Terus dilemparin batu, langsung kabur. Dikejar sama anak muda yang nongkrong di situ, motornya ada. Pakai jaket biru muda," ungkap Aep.
Ditanyai soal sosok para pelaku yang melempari dan mengejar Vina Eki, Aep mengaku tak mengenali identitas melainkan hanya tahu wajahnya.
Terutama Pegi, Aep ternyata masih hafal wajah Pegi meski kejadian tersebut sudah berlalu delapan tahun lalu.
"Yang namanya Pegi, tahu wajahnya?" tanya Dedi Mulyadi.
"Tahu," kata Aep.
"Waktu peristiwa itu ada?" tanya Dedi Mulyadi.
"Waktu malam itu ada," ujar Aep.
"Gimana bisa tahu ada Pegi?" tanya Dedi lagi.
"Dia (Pegi) kumpul sama anak-anak. Dia ada di lokasi. Itu kan lagi pada nongkrong di situ. Yang saya lewat itu ada dia di situ," ungkap Aep.
Dicecar soal sosok Pegi, Aep mengaku siap bersumpah di pengadilan.
Bahwa Aep melihat Pegi ada di TKP saat pembunuhan Vina dan Eki.
"Kalau bicara nama saya enggak kenal kalau itu Pegi. Tapi kalau bicara wajah saya mengenal bahwa itu Pegi," akui Aep.
"Siap nanti disumpah di atas Quran?" tanya Dedi Mulyadi.
"Siap saya," jawab Aep.
Rupanya ingatan Aep terkait wajah dari Pegi itu lantaran ia juga pernah terlibat masalah dengan para pemuda yang nongkrong di tempat kerjanya.
Belakangan Aep terkejut karena para pemuda tersebut adalah pelaku pembunuhan Vina dan Eki.
Karena Aep mengaku pernah dipukuli bahkan diinjak oleh para pelaku kasus Vina sebelum insiden pembunuhan terjadi.
"Kebiasaan mereka (para pelaku) nongkrong di SMP 11. Kenal wajah cuma saya enggak tahu nama-namanya. Kenal wajah karena sering lihat," ungkap Aep.
"Pernah ada konflik dengan mereka?" tanya Dedi Mulyadi.
"Pernah dulu. Teman bawa perempuan. Anak punk saya ajak kerja namanya Momo. (Momo) bawa perempuan ke bengkel. Udah gitu jam setengah 11 saya langsung digeruduk. Saya posisi di depan lagi nulis bikin gambar, warga langsung datang. Di situ saya dipukulin, sama warga," ujar Aep.
"Tapi bukan (dipukuli) hanya sama yang 7 orang?" tanya Dedi.
"Bukan, banyak (warga)," kata Aep.
"Ada pemukulan?" tanya Dedi lagi.
"Iya, di situ saya dipukulin, diinjak-injak (oleh warga dan para pelaku)," pungkas Aep.
Lantaran hal tersebut, Aep pun yakin dengan jumlah pemuda yang diduga terlibat pembunuhan Vina dan Eki.
Karena saat kejadian Aep melihat semua pelaku ada di TKP.
"(Para pelaku) saling mengenal. Makanya saya juga sempat kaget yang namanya Pegi itu. Yang mana sih Pegi itu. Setelah ketangkep, saya lihat fotonya, itu saya tahu, anak-anak situ juga masih satu tongkrongan sama mereka," imbuh Aep.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Noel Kejar Amnesti Prabowo, Jalan Terjal Terpidana Vina Cirebon Sempat Pilih Membusuk di Tahanan |
![]() |
---|
Senyum Miris Sudirman Terpidana Kasus Vina Cirebon Usai PK Ditolak, Pakai Alat Sayat Tubuh Sendiri |
![]() |
---|
Otto Hasibuan Temui 7 Terpidana Kasus Vina Diperintah Orang Dekat Prabowo, Pengacara Ungkap Sosoknya |
![]() |
---|
Sudirman Terpidana Kasus Vina Frustasi Berat Badan Sisa 40 Kg, Pengacara Nangis: Mesti Nunggu Mati? |
![]() |
---|
SOSOK Rivaldi Terpidana Kasus Vina Cirebon, Pilih Membusuk di Penjara, Kini Minta Dibebaskan Prabowo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.