DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap
3 Sosok Ini Meragukan Kesaksian "Tak Masuk Akal" Melmel yang Baru Muncul di Tengah Kasus Vina
Sosok Melmel tiba-tiba muncul di tengah keriuhan kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat yang terjadi 2016 silam.
TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok Melmel tiba-tiba muncul di tengah keriuhan kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat yang terjadi 2016 silam.
Melmel memberikan kesaksiannya terkait dengan apa yang sebenarnya terjadi saat pembunuhan sejoli itu.
Namun, kesaksiannya yang muncul tiba-tiba ini diragukan oleh sejumlah pihak.
Pembina XTC Cirebon, Doci, turun mengecek lokasi terjadinya pembunuhan setelah mengetahui kesaksian Melmel.
Menurutnya, kesaksian Melmel tak masuk di akalnya.
Sebab, keadaan TKP menyulitkan Melmel untuk mengendap-ngendap dan menyaksikan korban disiksa.
Melmel kemungkinan besar akan ketahuan oleh para pelaku.
"Kalau saya pribadi jelas enggak masuk akal, dilihat dari kondisinya seperti ini kecuali TKP-nya di jalan situ mungkin Melmel bisa lihat dari sana. Tapi kalau dari sini mengendap-ngendap jelas ketahuan. Katanya ada 10 orang ya (di TKP)," kata Doci seperti dikutip KompasTV pada Jumat (31/5/2024).
Selain itu, Melmel sempat mengajak penjaga warung untuk melihatnya.
Namun, berdasarkan penjelasan warga sekitar, Fery, tidak ada warung rokok di sekitar TKP pada tahun itu.
Kakak Vina, Marliyana, juga mengaku bingung dengan sosok Melmel yang tiba-tiba muncul.
Ia tidak mengetahui sosok Melmel. Menurutnya, Melmel itu seorang perempuan, tetapi yang muncul ke publik seorang laki-laki.
"Kalau tanggapan dari saya sendiri masih bingung juga. Saya juga tidak begitu mengetahui teman-teman adik saya. Kalau yang saya lihat pernah ada teman yang ngirim juga. Melmel itu perempuan," jelasnya.
Tak hanya Marliyana, Kuasa Hukum salah satu terpidana pembunuhan Vina, Titin Prialianti juga meragukan kesaksian Melmel.
Ia beralasan, Melmel tak pernah dihadirkan dalam persidangan.
"Karena Melmel sendiri tidak pernah dihadirkan dalam persidangan kemudian silakan barangkali ada tim dari wartawan bagaimana sih dia melihat dalam kondisi (gelap), kan kalau melihat kita kan harus paham banget gimana posisi tempat yang disebutkan apakah memungkinkan atau tidak," pungkasnya.
Kesaksian Melmel
Melmel hadir dan mengaku melihat peristiwa pembunuhan Vina Cirebon dan Eky.
Dalam pengakuannya, Melmel mengatakan bahwa dirinya ada di TKP Vina dan Eky dianiaya.
Bahkan Melmel mengatakan dirinya sempat memeriksa kondisi Vina dan Eky usai mereka berdua mengalami penganiayaan.
Bukan tak ingin membantu, Melmel menyebut bahwa dirinya takut menunjukan diri pada malam kejadian lantaran kalah jumlah.
"Saya lihatnya yang pertama dipukul Eki, yang disiksa pertama, sempet saya mau maju tapi takut karena posisinya saya sendirian," jelasnya seperti dilansir Bangkapos.
"Setelah Eki dipukul sudah saya lihat dia sudah engga bergerak, baru engga lama Vina ini disiksa, ada kalo kurang lebih sejaman."
Setelah itu, Melmel memilih lari lantaran takut keberadaannya diketahui oleh para pelaku.
"Itu sepi, ga ada orang, begitu sudah selesai mereka mau keluar itu saya langsung lari."
Kesaksian ini disampaikan Melmel saat menjadi narasumber di TV One, pada Kamis (30/5/2024).
Perkuat kesaksian Aep
AEP, saksi mata kasus pembunuhan Vina dan Eki meyakini jika Pegi Setiawan alias Perong DPO yang ditangkap adalah pelaku asli.
Seperti diketahui, AEP merupakan saksi yang bekerja sebagai tukang cuci mobil di sebuah bengkel yang kebetulan berdekatan dengan tempat kejadian perkara (TKP).
Saksi AEP juga mengaku sempat dimintai keterangan oleh Dirkrimum Polda Jawa Barat dan Polres Cirebon untuk memastikan pelaku yang diamankan adalah DPO pembunuhan Vina dan Eki.
Terkuaknya kasus Vina Cirebon ini juga tak lepas berkat kesaksian Aep kepada ayah korban Eki, Rudiana beberapa hari setelah kejadian.
Dari kesaksian Aep itulah akhirnya polisi menangkap delapan pemuda Cirebon, satu di antaranya masih di bawah umur kala itu.
Delapan tahun kasusnya berlalu, Aep mengaku masih ingat dengan wajah para pelaku kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Awalnya, Aep tidak tahu bahwa geng motor yang sering nongkrong di depan temapt kerjanya adalah pelaku pembunuhan Vina dan Eki.
Sebab di malam kejadian, Aep cuma melihat momen sekilas Vina dan Eki dilempari batu oleh geng motor tersebut.
"Waktu kejadian kamu lagi apa?" tanya Dedi Mulyadi dilansir TribunnewsBogor.com dari laman Youtube-nya, Senin (27/5/2024).
"Lagi beli rokok, jajanan di warung, di samping SMP 11. Ada motor korban lewat, jalan biasa aja. Terus dilemparin batu, langsung kabur. Dikejar sama anak muda yang nongkrong di situ, motornya ada. Pakai jaket biru muda," ungkap Aep.
Ditanyai soal sosok para pelaku yang melempari dan mengejar Vina Eki, Aep mengaku tak mengenali identitas melainkan hanya tahu wajahnya.
Terutama Pegi, Aep ternyata masih hafal wajah Pegi meski kejadian tersebut sudah berlalu delapan tahun lalu.
"Yang namanya Pegi, tahu wajahnya?" tanya Dedi Mulyadi.
"Tahu," kata Aep.
"Waktu peristiwa itu ada?" tanya Dedi Mulyadi.
"Waktu malam itu ada," ujar Aep.
"Gimana bisa tahu ada Pegi?" tanya Dedi lagi.
"Dia (Pegi) kumpul sama anak-anak. Dia ada di lokasi. Itu kan lagi pada nongkrong di situ. Yang saya lewat itu ada dia di situ," ungkap Aep.
Dicecar soal sosok Pegi, Aep mengaku siap bersumpah di pengadilan.
Bahwa Aep melihat Pegi ada di TKP saat pembunuhan Vina dan Eki.
"Kalau bicara nama saya enggak kenal kalau itu Pegi. Tapi kalau bicara wajah saya mengenal bahwa itu Pegi," akui Aep.
"Siap nanti disumpah di atas Quran?" tanya Dedi Mulyadi.
"Siap saya," jawab Aep.
Rupanya ingatan Aep terkait wajah dari Pegi itu lantaran ia juga pernah terlibat masalah dengan para pemuda yang nongkrong di tempat kerjanya.
Belakangan Aep terkejut karena para pemuda tersebut adalah pelaku pembunuhan Vina dan Eki.
Karena Aep mengaku pernah dipukuli bahkan diinjak oleh para pelaku kasus Vina sebelum insiden pembunuhan terjadi.
"Kebiasaan mereka (para pelaku) nongkrong di SMP 11. Kenal wajah cuma saya enggak tahu nama-namanya. Kenal wajah karena sering lihat," ungkap Aep.
"Pernah ada konflik dengan mereka?" tanya Dedi Mulyadi.
"Pernah dulu. Teman bawa perempuan. Anak punk saya ajak kerja namanya Momo. (Momo) bawa perempuan ke bengkel. Udah gitu jam setengah 11 saya langsung digeruduk. Saya posisi di depan lagi nulis bikin gambar, warga langsung datang. Di situ saya dipukulin, sama warga," ujar Aep.
"Tapi bukan (dipukuli) hanya sama yang 7 orang?" tanya Dedi.
"Bukan, banyak (warga)," kata Aep.
"Ada pemukulan?" tanya Dedi lagi.
"Iya, di situ saya dipukulin, diinjak-injak (oleh warga dan para pelaku)," pungkas Aep.
Lantaran hal tersebut, Aep pun yakin dengan jumlah pemuda yang diduga terlibat pembunuhan Vina dan Eki.
Baca juga: Butuh tenaga kerja terbaik untuk bisnismu? Cari di sini!
Karena saat kejadian Aep melihat semua pelaku ada di TKP.
"(Para pelaku) saling mengenal. Makanya saya juga sempat kaget yang namanya Pegi itu. Yang mana sih Pegi itu. Setelah ketangkep, saya lihat fotonya, itu saya tahu, anak-anak situ juga masih satu tongkrongan sama mereka," imbuh Aep.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Noel Kejar Amnesti Prabowo, Jalan Terjal Terpidana Vina Cirebon Sempat Pilih Membusuk di Tahanan |
![]() |
---|
Senyum Miris Sudirman Terpidana Kasus Vina Cirebon Usai PK Ditolak, Pakai Alat Sayat Tubuh Sendiri |
![]() |
---|
Otto Hasibuan Temui 7 Terpidana Kasus Vina Diperintah Orang Dekat Prabowo, Pengacara Ungkap Sosoknya |
![]() |
---|
Sudirman Terpidana Kasus Vina Frustasi Berat Badan Sisa 40 Kg, Pengacara Nangis: Mesti Nunggu Mati? |
![]() |
---|
SOSOK Rivaldi Terpidana Kasus Vina Cirebon, Pilih Membusuk di Penjara, Kini Minta Dibebaskan Prabowo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.