Setelah Masif Berangkatkan PMI ke Korea Selatan, Kepala BP2MI Ajukan Kuota ke Jepang Juga Ditambah
Benny Rhamdani mengajukan penambahan kuota keberangkatan pekerja migran Indonesia tujuan ke Jepang.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) Benny Rhamdani mengajukan penambahan kuota keberangkatan pekerja migran Indonesia tujuan ke Jepang.
Hal ini menindaklanjuti banyaknya minat masyarakat yang ingin bekerja di Negeri Sakura, sementara setiap tahunnya kuota keberangkatan ke Jepang dibatasi hanya untuk 350 pekerja.
"Kita minta agar kuotanya ditambah, Jepang setiap tahunnya 350, kita ingin juga ada penambahan kuota diperbanyak lagi," kata Benny di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dikutip Selasa (18/6/2024).
Benny menjelaskan, selama ini sektor yang tersedia bagi PMI untuk bekerja di Jepang juga masih minim, terutama caregiver atau perawat saja.
BP2MI pun sudah berkomunikasi dengan pemerintah Jepang untuk merealisasikan penambahan kuota dan sektor pekerjaan ini.
Harapan ini juga sudah disampaikan kepada Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Ueda Hajime, yang hadir dalam pelepasan pekerja migran pada Senin (17/6/2024) kemarin.
Seiring mengajukan penambahan kuota PMI tujuan Jepang, BP2MI juga berencana memperluas tempat pelatihan calon PMI di beberapa daerah di luar Pulau Jawa.
"Jadi tidak hanya tersentralisasi di Jawa, untuk memberi kesempatan anak-anak Indonesia ini untuk bisa mendapat peluang yang sama, agar mereka bisa meraih mimpi bekerja di Jepang dan Korea," kata Benny.
Diketahui, selama beberapa tahun BP2MI telah rutin memberangkatkan PMI menuju ke Korea Selatan, negara di Asia Timur yang berdekatan dengan Jepang.
Lonjakan keberangkatan PMI ke Korea Selatan tak terlepas dari minat warga Indonesia di usia produktif yang ingin mencari nafkah di Negeri Ginseng.
Terbaru, sebanyak 988 PMI dilepas untuk keberangkatan ke Korea Selatan dan Jepang.
Tergabung di antaranya 149 PMI akan terbang ke Korea Selatan dan 309 PMI ke Jepang dalam program antarpemerintah.
Kemudian, 530 lainnya merupakan calon PMI yang akan melaksanakan orientasi pra pemberangkatan G to G ke Korea Selatan.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Kepala BP2MI Sebut Pekerja Migran Indonesia Diperlakukan Terhormat di Era Presiden Jokowi |
![]() |
---|
Kepala BP2MI Ungkap Krisis Ekonomi Dunia Jadi Penyebab Penurunan Jumlah Pengiriman PMI ke Korsel |
![]() |
---|
Kapolri: Klarifikasi Benny Rhamdani untuk Percepat Pengungkapan Kasus Judi Online |
![]() |
---|
Tensi Korut VS Korsel Memanas, Kepala BP2MI Tunggu Warning: Belum Berpengaruh Bagi PMI di Sana |
![]() |
---|
Benny Rhamdani Kecewa Anggaran BP2MI Bakal Dipangkas Rp 105 M Tahun Depan: Bisa Turunkan Pelayanan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.