Benny Rhamdani Kecewa Anggaran BP2MI Bakal Dipangkas Rp 105 M Tahun Depan: Bisa Turunkan Pelayanan

Benny Rhamdani kecewa mendengar wacana pemangkasan anggaran terhadap badan yang dipimpinnya untuk tahun depan.

Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Benny Rhamdani menyayangkan wacana pemangkasan anggaran BP2MI tahun anggaran 2025. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani kecewa mendengar wacana pemangkasan anggaran terhadap badan yang dipimpinnya untuk tahun depan.

Benny menganggap hal itu cukup mengagetkan, sementara BP2MI sedang menguatkan pelayanan kepada para pekerja migran.

"Cukup mengagetkan ya, satu sisi kita ingin melakukan penguatan berbagai sektor tadi, penguatan tata kelola penempatan, tata kelola perlindungan, itu kan butuh anggaran," kata Benny di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (25/6/2024).

"Justru kita mengalami pemotongan anggaran," keluhnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat dengan DPR, alokasi anggaran BP2MI untuk tahun anggaran 2025 sebesar Rp 424,6 miliar.

Ini menurun sekitar Rp 105 miliar dibanding anggaran tahun 2024 sebesar Rp 530,5 miliar.

Benny menilai, pemangkasan anggaran ini dapat mempengaruhi kuota dan mengganggu pelayanan penanganan PMI yang selama ini telah dilakukan.

"Apa yang kita duga dan khawatirkan tidak hanya berpengaruh pada kuota tapi juga berpengaruh pada pelayanan kita. Sehingga harus mendapatkan perhatian anggaran yang cukup dari negara," kata dia.

Di sisi lain, Benny menaruh harapan besar agar negara dapat menanggung biaya paspor, visa, medical check up, pelatihan, bahkan tiket untuk para PMI berangkat ke negara penempatannya.

Bukan malah memangkas anggaran BP2MI, sementara di sisi lainnya pekerja migran Indonesia telah membawa pengaruh besar terhadap devisa negara.

Data terbaru pada tahun 2023, PMI menyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas, yakni mencapai Rp 230 triliun.

Benny menambahkan, pihaknya terus melakukan komunikasi dan meminta bantuan pada Komisi IX DPR soal pemangkasan anggaran ini.

BP2MI mengusulkan agar anggaran dapat mendekati Rp 1 triliun, atau minimal tetap seperti anggaran tahun 2024, yakni sebesar Rp 530 miliar.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved