Pelayanan Diluar Faskes Terdaftar, Pengobatan Gigi Solihin Dijamin BPJS Kesehatan
Sakit gigi, peserta JKN Agus Solihin dan istri memutuskan untuk berobat ke klinik menggunakan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
TRIBUNJAKARTA.COM - Perumpamaan lagu dengan lirik lebih baik sakit hati daripada sakit gigi ditepis mentah-mentah oleh Agus Solihin (56).
Pasalnya, sakit gigi yang dialaminya berbarengan dengan sang istri sangatlah menyiksa mereka, pria yang kerap disapa Solihin ini mengatakan untuk berbicara saja sulit, apalagi saat mengunyah makanan.
Oleh sebab itu, pasangan romantis ini memutuskan untuk berobat ke klinik menggunakan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen mandiri milik mereka.
Menariknya Solihin dan istri mencoba untuk berobat pada klinik yang notabene bukan tempat terdaftar sesuai kepesertaannya, dengan harapan dapat diterima sama baiknya dengan klinik yang biasa mereka kunjungi.
Alhasil setelah melakukan pendaftaran menggunakan kartu JKN aktif kelas rawat satu milik Solihin, mereka diperbolehkan mendapatkan pelayanan pengobatan gigi pada klinik tersebut, sekaligus mendapat edukasi bahwa batas jumlah kunjungan di fasilitas kesehatan bukan terdaftar maksimal tiga kali dalam satu bulan.
“Niat awalnya itu saya dan istri mau periksa gigi karena sudah beberapa hari rasanya sakit banget, sampai tidak bisa beraktivitas normal. Akhirnya sepakatlah kami mau berangkat untuk berobat, tiba-tiba istri saya bilang nanti pulang berobat mau ke pasar untuk belanja kebutuhan, disitulah saya kepikiran sekalian aja saya berobat ke klinik dekat pasar. Sampai di klinik saya kira bakal ditolak, ternyata malah kebalikannya, saya dan istri langsung bisa berobat ke dokter gigi dan antrenya juga gak lama, cuma beberapa menit aja, senang banget disitu rasanya,” ujar Solihin dengan riangnya, pada Selasa (25/6).
Singkat cerita, Solihin yang sudah mendapatkan pelayanan mengungkapkan bahwa rasa sakit yang dideritanya diakibatkan oleh iritasi dan pembengkakan pada gusi, yang disebabkan karena berbagai hal yang salah satunya adalah kurang terjaganya kebersihan mulut.
Meski sama-sama mengalami keluhan sakit gigi, Istri Solihin terdiagnosa mengalami gigi berlubang yang memicu rasa nyeri, sehingga tindakan yang didapatkan adalah penambalan. Usai menjalani pemeriksaan dan penambalan, dua sejoli ini mendapatkan resep obat dari dokter.
“Kalau saya itu hanya diperiksa saja oleh dokter dan disuruh minum obat untuk meredakan bengkak gusi, tapi kalau istri itu ditambal giginya karena berlubang, nanti setelah dua minggu kami disarankan untuk kembali kesini lagi untuk kontrol. Kesan yang kami rasakan disini sebagai pasien BPJS Kesehatan sangat memuaskan deh, sikap petugas dari awal datang sampai masuk ruang dokter ramah-ramah, tidak ada pembedaan sama sekali dengan pasien umum, senyumnya juga pada manis semua,” gurau Solihin.
Selain puas dengan pelayanan pihak klinik, dirinya juga sangat merasa terbantu dengan adanya Program JKN, terutama dari segi penjaminan biaya pelayanan kesehatan.
Solihin dan istri tidak perlu menyisihkan uang belanja untuk membayar pengobatan gigi, sebab biaya pelayanan dan obat-obatan sudah ditanggung berkat aktifnya status kepesertaan mereka.
Dengan memahami betul manfaat dari program ini, ia berkomitmen untuk selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk keberlangsungan Program JKN.
“Harapannya program dari BPJS Kesehatan ini bisa semakin maju dan memberikan manfaat positif untuk masyarakat, karena tanpa bantuannya mungkin banyak orang yang akan kesulitan membayar biaya pengobatan yang semakin hari semakin naik. Berkaca dari pengalaman terbaru saya ini saja sudah bisa membuktikan kalau berobat itu bisa modal ongkos dari rumah saja, sehingga pengobatan gigi saya berjalan lancar tanpa kendala. Sukses terus buat BPJS Kesehatan dan semua klinik serta rumah sakit Indonesia,” tandasnya. (RK/md)
| Tegur Dirut BPJS Soal BPJS PBI Di-nonaktifkan, Purbaya: Uang Saya Banyak, Anda Minta Saya Kasih |
|
|---|
| BPJS PBI Dinonaktifkan, Forum Warga Kota Soroti Dampak pada Pasien Gagal Ginjal |
|
|---|
| Pembatasan USG Ibu Hamil BPJS Disorot, Anggota DPRD DKI Minta Kebijakan Lebih Fleksibel |
|
|---|
| RS Royal Batavia Bertaraf Internasional Bisa Jadi Solusi Warga Tak Perlu Jauh Berobat ke Luar Negeri |
|
|---|
| PROFIL Ketua IDAI Dokter Piprim Basarah Ahli Jantung Anak yang Dilarang Layani Pasien BPJS di RSCM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Agus-Solihin-56-peserta-BPJS-Kesehatan-segmen-mandiri.jpg)