Komnas PA Sesalkan Pemkot Jakarta Timur Tak Tahu Kasus Dugaan Sodomi Anak di RPTRA dan Edufarm

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyesalkan sikap Pemkot Jakarta Timur dalam kasus dugaan sodomi anak di RPTRA dan Edufarm.

Penulis: Bima Putra | Editor: Rr Dewi Kartika H
Pexels via Kompas.com
Ilustrasi 

"Komnas PA memberikan catatan penting kepada Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Timur untuk segera melakukan evaluasi (predikat) kota layak anak yang sudah diterima," tuturnya.

Komnas PA menyatakan jajaran Pemkot Jakarta Timur perlu secepatnya melakukan evaluasi terkait kasus dugaan sodomi anak yang terjadi pada RPTRA dan Edufarm.

Upaya pencegahan dan peningkatan pengawasan dengan menempatkan petugas pada ruang publik tempat anak-anak bermain perlu ditingkatkan untuk memastikan kasus tak terulang.

Jajaran Pemkot Jakarta Timur juga harus memberikan edukasi dan sosialisasi bahwa penyelesaian kasus kekerasan anak secara kekeluargaan bukan solusi yang tepat.

"Jadi kami sangat menyayangkan ketika ada pejabat publik responnya seperti itu. Pejabat publik (harusnya menyampaikan) baik kami akan evaluasi dan kami memanggil Lurah, Camat," lanjut Lia.

Sebelumnya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengaku tidak mengetahui kasus dugaan sodomi dilakukan seorang anak SMP terhadap bocah SD di RPTRA dan Edufarm.

Sekretaris Administrasi Kota Jakarta Timur, Kusmanto mengatakan pihaknya belum mendapat informasi terkait kasus dugaan sodomi yang terjadi pada Senin (15/7/2024) lalu itu.

"Maaf saya belum monitor ya," kata Kusmanto saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (17/7/2024).

Pun secara pengelolaan RPTRA dan Edufarm tersebut masih berada di wilayah kewenangan dan pengelolaan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.

Bila Kusmanto mengaku tidak mengetahui kasus, saat dikonfirmasi hal serupa Wali Kota Administrasi Jakarta Timur M. Anwar meminta awak media menanyakan kasus kepada Lurah setempat.

"Lurah (setempat) ibu Yulian Fathiniah silahkan koordinasi langsung," ujar Anwar.

Awak media juga sudah berupaya mengonfirmasi kasus serupa kepada Wakil Wali Kota Jakarta Timur Iin Muthmainah, tapi hingga berita ditulis Iin urung merespon.

Sementara ketika dikonfirmasi hal serupa, Lurah Yulian Fathiniah dan Camat Panangaran Ritonga tak kunjung merespon konfirmasi terkait kasus dugaan sodomi dialami warga mereka.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved