Parenting
Anak Bisa Jadi Pelaku Kekerasan, Ternyata Ada 5 Penyebabnya yang Perlu Diketahui
Tak cuma menjadi korban, anak juga bisa menjadi pelaku kekerasan. Faktor internal dan eksternal ternyata bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Hal ini bisa membuat individu atau anak-anak mengembangkan kecurigaan tak beralasan terhadap orang lain atau kondisi tertentu.
Kecurigaan tersebut menimbulkan rasa takut dan akhirnya mereka cenderung berusaha melawan dengan tindakan kekerasan.
3. Rasa frustasi
Dikutip dari Yale Medicine, pemicu paling umum anak menjadi pribadi yang keras adalah rasa frustrasi ketika anak sering tidak puas atau tidak bisa memperoleh keinginannya.
Anak juga bisa merasa frustrasi ketika dipaksa melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ia kehendaki.
4. Paparan media
Anak-anak yang sering melihat perilaku kekerasan, entah di lingkungan keluarga, maupun di televisi, atau platform lainnya juga berisiko meniru sikap tersebut.
5. Faktor sosial dan ekonomi
Kombinasi dari faktor sosial ekonomi keluarga yang penuh tekanan, seperti kemiskinan, perceraian orangtua, dan kurangnya perhatian juga bisa membuat anak berperilaku kasar.
Ada beberapa penyebab anak melakukan kekerasan atau menjadi pelaku kekerasan yaitu dari gangguan mood, hingga faktor sosial dan ekonomi.
Orangtua mungkin perlu berkonsultasi dengan psikolog untuk mengetahui penyebab pasti yang mendasari sang buah hati berperilaku kasar.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-anak-sekolah-nangis.jpg)