Parenting
Waspada Kekerasan Pada Anak Berdampak Jangka Panjang, Depresi hingga Masalah Hubungan Pribadi
Kekerasan pada anak umumnya terjadi lantaran anak belum bisa membela dirinya.
TRIBUNJAKARTA.COM - Kekerasan pada anak berdampak jangka panjang, seperti depresi hingga bermasalah dalam hubungan pribadi.
Kekerasan pada anak umumnya terjadi lantaran anak belum bisa membela dirinya.
Pelakunya pun beragam, kebanyakan orang-orang terdekat.
Namun ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan orangtua supaya menghindari anak menjadi korban kekerasan, klik artikelnya di sini.
Kasus kekerasan yang terjadi di daycare Depok membuat para orangtua khawatir.
Dikutip dari Kompas.com, kekerasan pada anak ternyata berdampak panjang bagi si korban.
Bukan hanya kesakitan secara fisik namun juga memberikan efek pada kesehatan mentalnya.
1. Depresi
Depresi adalah dampak yang paling sering muncul dari kekerasan terhadap anak. Kebanyakan korban merasa tindakan itu akibat kesalahan mereka.
Pikiran ini memicu perasaan tidak berharga yang berujung pada depresi.

2. Kecemasan
Gangguan mental ini juga kerap dirasakan anak yang punya sejarah sebagai korban kekerasan.
Navarez mengatakan jika anak akan merasa cemas terus menerus dan tidak percaya baik pada dirinya maupun lingkungan di sekitarnya.
Perasaan negatif ini bahkan terus bertahan hingga usia dewasa dan mengganggu kehidupan mereka berikutnya.
3. Masalah hubungan pribadi
Trauma masa kecil dapat berpengaruh pada hubungan pribadi yang dijalani ketika dewasa.
Hal ini berawal dari perasaan rendah diri yang membuat mereka mempertanyakan banyak hal.
Anak korban kekerasan juga cenderung terjebak pada hubungan yang tidak sehat dan cenderung sulit keluar dari posisi tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.