Siswi SMP Dikeroyok 12 Orang

Siswi SMP Dikeroyok 12 Orang, Berikut Peran Tiap Pelaku saat Kejadian, Korban Sampai Trauma

Peran tiap pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap siswi sekolah menengah pertama (SMP) berinisial Q (13) di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur t

|

TRIBUNJAKARTA.COM - Peran tiap pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap siswi sekolah menengah pertama (SMP) berinisial Q (13) di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur terkuak.

Peran para pelaku ini dibeberkan langsung oleh ibu korban, Siti Djuleha.

Kata Siti Djuleha, pada Minggu (29/9/2024) sekira pukul 19.00 WIB, anaknya dan dua orang teman Q pamit dengan izin ingin membeli makan.

Namun, dalam perjalnannya, Q dan dua dua orang temannya dihubungi oleh salah seorang pelaku pengeroyokan.

Dalam telepon tersebut, pelaku mengajak Q untuk bertemu di jalur lambat Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.

Begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP), rupanya bukan hanya satu pelaku saja melainkan ada remaja perempuan lainnya. 

Sehingga jika ditotal jumlah mereka menjadi 12 remaja perempuan.

Menggunakan tangan kosong, korban dipukul, ditendang, diseret di aspal, hingga dijambak pelaku.

Kala itu, setidaknya ada dua hingga tiga remaja perempuan yang melakukan pengeroyokan terhadap Q.

Pelaku lain berperan menghalangi dua teman korban untuk merelai kejadian. Sehingga para pelaku leluasa mengeroyok Q.

lihat fotoKLIK SELENGKAPNYA: Suciati Terkejut Saat Mencari Kucing Malah Temukan jasad remaja di Kali Bekasi pada Minggu (22/9/2024). Terkuak Iinsiden Sabtu Pagi. Bagaimana Pendapat Tribunners?
KLIK SELENGKAPNYA: Suciati Terkejut Saat Mencari Kucing Malah Temukan jasad remaja di Kali Bekasi pada Minggu (22/9/2024). Terkuak Iinsiden Sabtu Pagi. Bagaimana Pendapat Tribunners?

Beberapa pelaku lainnya mendokumentasikan kejadian menggunakan gawai milik mereka, seolah tidak memiliki rasa penyesalan ketika melakukan pengeroyokan terhadap Q.

Saat pengeroyokan, Q sudah mengalami pendarahan berat di hidung dan mulut. 

Namun, bukannya disudahi, para pelaku justru tak henti melakukan tindak pengeroyokan terhadap korban, bahkan Q nyaris pingsan.

Selain itu,  gigi depan korban patah, gigi depan lain kini dalam kondisi otek atau nyaris patah.

"Pas kejadian itu anak saya katanya sampai mau pingsan. Katanya pandangan sudah kabur, enggak melihat jelas" kata ibu korban, Siti Djuleha di Jakarta Timur, Selasa (1/10/2024).

"Saya syok, sedih melihat pas anak sampai rumah itu kondisi sudah berdarah. Orangtuanya saja enggak pernah melakukan kekerasan begitu, ini malah dianiaya orang," sambungnya.

Dilaporkan ke Polisi

Usai kejadian pihak keluarga sudah melaporkan kasus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Metro Jakarta Timur dengan harapan pelaku dapat segera ditangkap.

Laporan kasus dialami Q diterima dengan sangkaan Pasal 76C tentang kekerasan terhadap anak juncto Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014, dan atau Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

"Saya maunya pelaku ini diproses hukum, biar enggak ada korban lagi. Khawatirnya kalau mereka enggak diproses mereka berbuat hal sama ke orang lain, saya enggak mau," tutur Siti.

"Sampai di kantor polisi waktu bikin laporan di malam itu saja anak saya masih dalam posisi berdarah. Sebagai orangtua syok, sudah enggak bisa ngomong apa-apa lagi," ungkapnya.

Apalagi, Q yang merupakan korban sampai mendapatkan ancaman dari para pelaku.

Siti mengatakan hal ini diketahui dari keteranan saksi mata di lokasi.

"Keponakan yang ada di lokasi bilang kalau pelaku ini sempat mengancam, bilang mau lapor ke mpok-mpok an dan akan balik lagi," kata Siti.

Oleh sebab itu, Siti berharap meski para pelaku secara hukum masih berstatus anak tapi mereka tetap diproses hukum secara ketentuan.

Tujuannya untuk memberikan efek jera agar tak berulah kembali.

Kini, Q mengalami trauma akibat insiden tersebut. 

"Masih trauma, Sekarang kadang suka menangis. Sekarang anak saya juga belum bisa masuk sekolah seperti biasa," pungkasnya.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved