Pilkada DKI 2024
Pramono-Rano atau Ridwan Kamil-Suswono? Ini Penilaian Pengamat Soal Aksi Paslon di Debat Perdana
Pengamat Tata Kota, Nirwono Yoga memberikan penilaian aksi paslon dalam debat perdana Pilkada Jakarta 2024. RK-Suswono atau Pramono-Rano?
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat Tata Kota, Nirwono Yoga memberikan penilaiannya tentang penampilan paslon dalam debat perdana mereka di Pilkada Jakarta 2024.
Adapun tema dalam debat perdana yang berlangsung semalam yakni tentang Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global.
Nirwono mengatakan, dalam kacamatanya sebagai pengamat, hanya pasangan nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno menjadi yang menjelaskan secara rinci mengenai gagasannya yang terkait dengan tema debat perdana.
Diantaranya, pasangan Pram-Rano menjanjikan untuk bisa meningkatkan rangking Jakarta untuk bisa masuk dalam peringkat 50 kota global di dunia pada tahun 2029.
"Sementara RK-Suswono tidak secara spesifik membahas kota global Jakarta dan bagaimana mewujudkannya dalam 5 tahun ke depan serta target yang belum jelas," kata Nirwono, Senin (7/10/2024).
Begitu juga dengan pasangan independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto yang dianggap tidak bisa menjelaskan secara jelas kota global seperti apa yang akan dibangunnya di Jakarta.
"Yang muncul malah teori konspirasi global," kata Nirwono.
Selanjutnya, soal program kerja, Nirwono juga menyebut paslon Pram-Rano lebih konkret akan janji yang ditawarkan.
Ia pun memuji program Benyamin S Award alias (bersih nyaman indah dan sejahtera).
"Karen sangat betawi banget judulnya tetapi maknanya justru menggambarkan kota global itu yang harus bersih, nyaman, dan indah, serta sejahtera warganya selaras dengan lima kriteria indeks kota global yang juga hanya disampaikan paslon 3 yakni aktivitis bisnis, kualitas SDM, pertukaran informasi, pengaman budaya, dan interaksi atau dukungan politik," papar Nirwono.
Nirwono pun menyayangkan pasangan RK-Suswono dan Dharma-Kun yang tidak menjelaskan kriteria atau persyaratan menjadi kota global sesuai standar indeks kota global dunia.
Sedangkan terkait dengan peningkatan kualitas SDM, Nirwono menyebut hanya RK-Suswono dan Pram-Rano yang telah menyiapkan program peningkatan kualitas SDM dan mengurangi pengangguran.
"Sementara paslon 2 belum mampu merinci program kerja seperti apa dalam menyiapkan kualitas SDM dalam memasuki Jakarta sebagai kota global," kata Nirwono.
Sementara itu, lanjut Nirwono, terkait aglomerasi Jabodetabek dalam mengatasi kemacetan, Pram-Rano menyodorkan gagasan perluasan transportasi sampai ke wilayah Jabodetabek lebih mudah diterapkan, dibandingkan dengan membangun central bisnis baru.