Aktor Mak Lampir Tewas Ditusuk

Nanang Gimbal Pembunuh Aktor 'Mak Lampir' Sandy Permana Pernah Jadi Kru Film

Nanang Irawan alias Gimbal yang membunuh aktor sinetron 'Mak Lampir' Sandy Permana ternyata pernah menjadi kru film

|

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Nanang Irawan alias Gimbal yang membunuh aktor sinetron 'Mak Lampir' Sandy Permana ternyata pernah menjadi kru film.

Nanang menghabisi nyawa Sandy yang merupakan tetangganya sendiri di Perumahan Umum Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/1/2025).

"Bahwa tersangka ini memang dulu kru film," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, Jumat (17/1/2025).

Hanya saja, Wira menyebut Nanang Gimbal tidak berada dalam satu naungan rumah produksi dengan Sandy Permana.

"Tidak satu PH. Jadi merupakan kru film tapi tidak satu production house," ujar Dirreskrimum.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi pembunuhan setelah merampungkan pemeriksaan saksi-saksi tambahan.

"Untuk kegiatan rekonstruksi, nanti akan kami informasikan lebih lanjut ketika nanti kita sudah fix apabila pemeriksaan saksi-saksi tambahan lainnya sudah lengkap. Termasuk nanti apabila kita sudah melengkapi dari sisi visum," tutur Wira.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, Nanang ternyata sudah lama menyimpan dendam kepada Sandy. Keduanya sudah bertetangga sejak 2017 di Perumahan Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Selama bertetangga, hubungan antara tersangka dan korban tidak harmonis," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, Kamis (16/1/2025).

Perseteruan antara Nanang dan Sandy bermula saat korban hendak mengadakan pesta pernikahannya pada 2019.

Ketika itu Sandy menebang pohon di pekarangan rumah Nanang dengan tujuan untuk mendirikan tenda. Namun, penebangan pohon itu dilakukan tanpa seizin tersangka.

"Namun tersangka tidak menegur korban karena tersangka tahu korban sangat pemarah. Atas perbuatan korban tersebut, tersangka merasa sakit hati dan menyimpan dendam kepada korban," ujar Wira.

Setelah peristiwa tersebut, Nanang dan Sandy tidak pernah bertegur sapa satu sama lain. 

Pada 2020, Nanang menjual rumahnya yang berdekatan dengan kediaman Sandy. Nanang pindah ke blok lain, namun masih masih dalam satu perumahan yang sama dengan korban.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved