Warga Sumsel Ingin Anaknya Dibina di Jabar, Dedi Mulyadi Singgung Barak Militer Dikritik Langgar HAM

Seorang warga Sumatera Selatan jauh-jauh lintas Provinsi ke Jawa Barat demi mamasukkan anaknya ke barak militer yang digagas Dedi Mulyadi.

Tayang:
Tangkap layar IG Dedi Mulyadi
BARAK MILITER - Seorang warga Sumatera Selatan jauh-jauh lintas Provinsi ke Jawa Barat demi mamasukkan anaknya ke barak militer yang digagas Dedi Mulyadi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang warga Sumatera Selatan jauh-jauh lintas Provinsi ke Jawa Barat demi mamasukkan anaknya ke barak militer yang digagas Dedi Mulyadi.

Ia tertarik dengan program dari Gubernur Jawa Barat itu sehingga rela menempuh perjalanan belasan jam lamanya menuju Kota Bandung.

Dalam unggahan instagram @dedimulyadi71, warga tersebut berasal dari Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Ia datang bersama anaknya yang hendak dibina di barak militer.

"Ada apa bapak ke sini?," tanya Mantan Bupati Purwakarta itu.

"Minta tolong pak," ujar lelaki yang berpakaian serba hitam itu.

Kemudian giliran sang anak yang ditanya balik Dedi Mulyadi usai pengakuan sang ayah.

Diketahui, anak lelaki tersebut masih duduk di bangku kelas X SMK. Ia mengaku memakai narkoba jenis sabu.

Kata dia, sabu tersebut didapat dari temannya.

"Narkoba. Pakai sabu, dapat sama teman," jawab si anak.

lihat fotoGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meliburkan sopir angkot jalur Puncak Bogor selama dua hari untuk mengurangai kemacetan selama libur panjang. Ia berjanji memberikan kompensasi. Namun Sang Gubernur ogah 'kecele' lagi sehingga dananya akan diberikan langsung ke sopir
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meliburkan sopir angkot jalur Puncak Bogor selama dua hari untuk mengurangai kemacetan selama libur panjang. Ia berjanji memberikan kompensasi. Namun Sang Gubernur ogah 'kecele' lagi sehingga dananya akan diberikan langsung ke sopir

Akibat pergaulan yang salah, siswa kelas X SMK ini mengenal barang haram tersebut dan membelinya dengan harga Rp 100 ribu untuk 1,5 gram sabu.

"(uangnya) dari orangtua. Bohongin orangtua,  (bilangnya) tugas sekolah. Dikasih tambahan Rp 50 ribu," sahut si anak.

Lalu Dedi Mulyadi memastikan jika anak tersebut berkenan jika dititipkan di barak militer.

"iya mau," jawab si anak.

Singgung Kritikan "Melanggar HAM"

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved