Viral di Media Sosial

6 Fakta Intan ART asal NTT Babak Belur Dianiaya di Batam: Terungkap Sisi Lain Sosok Majikan 'Bu Ros'

Perempuan asal NTT yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) itu menjadi korban penganiayaan sang majikan di Batam, berikut sederet faktanya.

|
TribunBatam/Pertanian Sitanggang dan Shutterstock
PENGANIAYAAN ART - Seorang perempuan bernama Intan asal NTT mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya di Batam. Kasus ini viral dan tengah ditangani oleh pihak kepolisian. (TribunBatam/Pertanian Sitanggang dan Shutterstock). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Malang nian nasib Intan. 

Perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) itu menjadi korban penganiayaan sang majikan di Batam

Intan belakangan viral di media sosial setelah foto mengenai kondisinya yang memprihatinkan tersebar. 

Terlihat wajahnya bengep imbas dari penganiayaan yang diterimanya. 

Bibirnya juga bengkak. 

Foto Intan yang memprihatinkan itu membuat publik geram dengan pelakunya, yang diduga sang majikannya sendiri. 

Berikut fakta-fakta terkait kasus penganiayaan ART di Batam yang viral

1. Awal mula terungkap

Intan diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya di kawasan perumahan elite Sukajadi, Blok 10 No. 40 Kota Batam

Ketua Jaringan Safe Migran Batam, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus yang mewakili keluarga menyebut, peristiwa ini terungkap setelah korban memberanikan diri, untuk meminjam ponsel milik tetangga majikannya.

Saat itu, Intan hanya ingin mengirimkan foto kondisi dirinya yang sudah mengalami lebam di tubuh hingga wajah kepada keluarganya.

"Foto kondisi korban yang diterima keluarga, kemudian diteruskan ke pengurus paguyuban di sini. Mendapatkan informasi ini, mereka lalu menjemput korban ke rumah majikannya," jelas Romo Paschal saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (23/6/2025).

2. Sudah bekerja satu tahun

Saat didampingi, korban akhirnya mengakui seluruh tindakan penganiayaan yang dialaminya.

Korban sendiri sudah bekerja di rumah tersebut sekitar satu tahun.

Selama bekerja, korban kerap mendapat kekerasan verbal dari majikannya. 

"Jadi selama dia bekerja kerap disalahkan, ngepel salah, nyapu salah, kalau ada air jatuh sikit salah. Lalu dia juga dibilang pencuri kalau ngambil makan, dipanggil anjing, dipanggil babi, dipanggil lonte. Tidak pernah dipanggil nama dia ini. Jadi yang dia kerjakan itu serba salah," jelasnya.

3. Dua bulan alami penyiksaan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved