Viral di Media Sosial

6 Fakta Intan ART asal NTT Babak Belur Dianiaya di Batam: Terungkap Sisi Lain Sosok Majikan 'Bu Ros'

Perempuan asal NTT yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) itu menjadi korban penganiayaan sang majikan di Batam, berikut sederet faktanya.

|
TribunBatam/Pertanian Sitanggang dan Shutterstock
PENGANIAYAAN ART - Seorang perempuan bernama Intan asal NTT mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya di Batam. Kasus ini viral dan tengah ditangani oleh pihak kepolisian. (TribunBatam/Pertanian Sitanggang dan Shutterstock). 

Dua bulan ke belakang, korban mulai menerima kekerasan fisik setiap malam.

Bahkan saudari korban juga dipaksa untuk ikut menyiksa korban.

Penyiksaan ini tidak hanya dilakukan menggunakan tangan kosong, namun juga menggunakan alat seperti sapu dan obeng.

Korban bahkan disiksa dan dipaksa untuk memakan kotoran peliharaan majikannya.

"Korban diinjak, dipukul pakai sapu, lalu kemudian diseret ke kamar mandi, disuruh makan tai anjing, disuruh minum air septitank. Dan itu korban makan," ujarnya.

Saat ini penyiksaan yang dialami korban telah dilaporkan secara resmi ke unit Satreskrim Polresta Barelang.

Selain itu, hari ini korban menjalani pemeriksaan di Unit PPA didampingi keluarga dan kuasa hukum korban. 

4. Gaji dipotong

Selama bekerja di rumah majikannya, Intan awalnya diimingi gaji sebesar Rp 2 juta per bulan.

Namun kenyataannya, ia hanya mendapat Rp 1,8 juta.

Itu pun terus-terusan dipotong dengan alasan yang menurutnya tidak masuk akal.

"Kalau ada barang rusak, air atau listrik naik, itu potong dari gaji korban. Majikannya bilang, karena mereka cuma tinggal berdua, pembantu yang harus tanggung semuanya,” ungkap Regina, bibi korban.

Selama setahun bekerja, Intan bercerita kepada bibinya jika tidak pernah benar-benar menerima gaji utuh.

Itu pun menurut Regina terus-terusan dipotong dengan alasan yang menurutnya tidak masuk akal.

"Kalau ada barang rusak, air atau listrik naik, itu potong dari gaji korban. Majikannya bilang, karena mereka cuma tinggal berdua, pembantu yang harus tanggung semuanya,” ungkapnya.

Selama setahun bekerja, Intan bercerita kepada bibinya jika tidak pernah benar-benar menerima gaji utuh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved