Pansus DPRD DKI Rampung Bahas Ranperda Sistem Jaringan Utilitas Terpadu 

Pansus DPRD DKI Jakarta telah merampungkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Rr Dewi Kartika H
TribunJakarta.com/ Yusuf Bachtiar
PANSUS SJUT - Ketua Pansus Ranperda Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan memastikan, pihaknya telah merampung pembahasan pasal per pasal pada Senin (22/9/2025).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA PUSAT - Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta telah merampungkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) pada Senin (22/9/2025). 

Jaringan utilitas terpadu adalah sistem infrastruktur bawah tanah yang dirancang untuk menampung berbagai jenis jaringan utilitas seperti kabel listrik, telekomunikasi, dan air secara terintegrasi, sehingga menciptakan tata ruang kota yang lebih rapi, aman, modern, dan efisien

Ketua Pansus SJUT DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengatakan, pihaknya sudah selesai membahas pasal per pasal. 

"Pansus ini telah melaksanakan tugasnya untuk melakukan pembahasan Raperda ini. Dan hari ini kita sudah merampungkan pembahasan sampai dengan kurang lebih 41 pasal berserta beberapa perbaikan-perbaikan dan sebagainya," kata Pantas. 

Selanjutnya, Pansus SJUT DPRD DKI Jakarta akan membuat laporan ke pimpinan dewan agar pembahasan dapat difinalisasi di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bamperperda). 

"Melaporkan kepada pimpinan Dewan dan Bapemperda tentang laporan akhir pembahasan Pansus terhadap Raperda ini yang selanjutnya kita serakan kepada DPRD," ucap Pantas. 

Ranperda SJUT ini lanjut dia, akan mengganti peraturan daerah (perda) tentang jaringan utilitas yang sudah ada di DKI Jakarta. 

"Raperda pengganti, pengganti Perda nomor 8 tahun 1999 tentang jaringan utilitas. Tahun 1999, sekarang sudah tahun 2025, sudah ada 26 tahun," jelasnya.

Kehadiran Ranperda SJUT nantinya diharapkan, bakal menjawab tantangan dan persoalan jaringan utilitas yang ada di Jakarta. 

Mulai dari penataan kabel semerawut, memastikan keselamatan pengguna jalan sampai peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). 

"Mudah-mudahan tidak lagi ada korban, estetikanya terbangun dan ya penambahan pendapatan bagi daerah untuk bisa memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat," tegas dia. 

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya 
 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved