Biar Masyarakat Lihat, DPRD Minta Draft Hasil Pembahasan Ranperda Kawasan Tanpa Rokok Dipublikasi
Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Lubis meminta, draft hasil Panitia Khusus (pansus) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dipublikasi agar masyarakat lihat.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA PUSAT - Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Lubis meminta, draft hasil pembahasan Panitia Khusus (pansus) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dipublikasi agar masyarakat bisa lihat.
Hal ini dikatakan Ali Lubis saat rapat Pansus KTR di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).
Pembahasan Ranperda KTR di level pansus sudah hampir rampung, dia meminta, hasilnya diunggah ke situs DPRD DKI Jakarta sehingga masyarakat bisa membaca apa saja yang ada di dalamnya.
"Yang beredar di masyarakat itukan draft usulan awal, tadi saya sampaikan, setelah ini (pembahasan di pansus) disusun rapi nanti kita akan upload ke website," kata Ali.
Melalui publikasi itu, DPRD DKI Jakarta juga akan menerima masukan dari masyarakat untuk selanjut dibahas kembali di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
"Nanti silahkan dicek mana saja yang sifatnya keberatan dan sebagainya. Saya pikir di dalam dunia manapun yang namanya setiap aturan dibuat tentu ada pro dan kontra," ucap Ali.
DPRD DKI Jakarta selalu terbuka menerima masukan, termasuk dalam penyusunan Ranperda KTR yang mulai muncul pro dan kontra di masyarakat.
Masyarakat bisa menyampaikan masukan melalui rapat dengar pendapat atau audiensi ke DPRD, pasal mana saja yang dianggap kurang tepat dan perlu direvisi.
"Jadi kalau belum sependapat yang mana, pasal apa, poin apa, kasih masukan secara tertulis atau nanti mungkin dalam rapat atau rapat khusus misalnya, tapi dengan narasi yang berdasarkan logika," jelas dia.
Ali juga menyingung soal unjuk rasa beberapa waktu lalu di DPRD DKI Jakarta, massa mengatasnamakan diri Komite Peduli Jakarta menolak larangan merokok di tempat hiburan malam dalam Raperda KTR.
"Misalnya ada yang keberatan hari ini tentang hiburan malam, sebutkan aja dasar keberatannya apa, alasannya apa, tapi berdasarkan logika dan narasinya harus jelas. Bukan cuma tidak sependapat," kata Ali.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Politikus Gerindra Usul Pembentukan Satgas, Khusus Tagih Kewajiban Pengembang di Jakarta |
|
|---|
| Kenneth DPRD DKI Minta Warga Tak Tergiur Konsumsi Ikan Sapu-sapu, Berisiko bagi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Aduan JAKI Direspons Pakai AI, Komisi A Heran PPSU Disuruh Tertibkan Parkir Liar |
|
|---|
| Pendapatan Tak Capai Target, DPRD DKI Soroti Kinerja Sarana Jaya dan Pasar Jaya |
|
|---|
| Transjakarta Hadapi “Double Pressure”, Biaya Energi Naik dan Potensi Lonjakan Penumpang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/HASIL-RANPERDA-KTR-DIUMUMKAN.jpg)