Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Ledakan SMAN 72 Jadi Alarm Serius, Komisi E DPRD DKI Minta Pencegahan Diperketat

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Yudha Permana menekankan pentingnya pencegahan, tidak hanya pihak sekolah tetapi semua elemen.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
PENCEGAHAN KEAMANAN - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Yudha Permana menekankan, peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta harus jadi catatan serius agar tak terulang lagi. 

Tak hanya itu, pembelajaran daring juga bisa dimanfaatkan kepolisian untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus tersebut.

"Ini untuk memberi ruang bagi kepolisian melakukan investigasi dan memastikan para korban mendapat bantuan yang dibutuhkan. Setelah situasi aman dan seluruh proses selesai, barulah siswa dapat kembali belajar di sekolah," tegas dia. 

SMAN 72 DARING - Pasca peristiwa ledakan, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menerapkan pembelajaran daring (online) bagi seluruh siswa SMAN 72 Jakarta mulai Senin (10/11/2025). TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
SMAN 72 DARING - Pasca peristiwa ledakan, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menerapkan pembelajaran daring (online) bagi seluruh siswa SMAN 72 Jakarta mulai Senin (10/11/2025). TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA (Elga Hikari Putra/TribunJakarta.com)

SMAN 72 Mulai Belajar Hybrid 

Usai geger ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025), kini sekolah tersebut mulai menerapkan pembelajaran secara hybrid.

Para orangtua murid diberi pilihan untuk menentukan apakah anaknya belajar di sekolah atau dari rumah.

“Mulai Senin ini pembelajaran secara luring dan daring. Siswa dan orangtua diperkenankan memilih,” ucap Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim saat dikonfirmasi, Senin (17/11/2025).

Siswa Masih Trauma

Terpisah, Kepala SMA Negeri 72 Jakarta Tetty Helena Tampubolon mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan proses belajar mengajar di sekolah itu bisa berjalan normal.

Pasalnya, sampai saat ini banyak siswa maupun orangtua yang trauma dengan insiden ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kami belum bisa memastikan mereka harus seluruhnya belajarnya luring ya, karena masih ada sebagian yang kondisinya itu, traumanya masih ada,” ujarnya.

Masih Ada Siswa Dirawat di Rumah Sakit

Tetty menambahkan, sampai saat ini masih ada muridnya yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Ia pun berharap, anak tersebut bisa segera pulih dan kembali bersekolah seperti sedia kala.

“Sebagian masih ada yang dirawat. Kita doakan supaya cepat sembuh. Dan oleh karena keajaiban Tuhan, buat anak-anak yang saleh, mereka akan segera sembuh,” kata dia.

Jumat Mencekam di SMAN 72 Jakarta

Situasi mencekam terjadi di SMAN 72 Jakarta saat sebagian siswa tengah menjalankan salat Jumat pada 7 November kemarin.

Saat tengah khusyuk berdoa, mereka dikagetkan dengan ledakan yang bersumber dari dalam masjid sekolah.

Para siswa pun berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Situasi di sekolah itu mendadak mencekam dengan suara teriakan histeris dari sumber ledakan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved