Jangan Sepelekan Cuaca Panas! Dinkes DKI Ingatkan Risiko Tinggi Pada Anak dan Lansia

Dinkes DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak cuaca panas terhadap kesehatan. Apa saja?

Istimewa
ILUSTRASI CUACA PANAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak cuaca panas terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak cuaca panas terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi. 

Beberapa kelompok masyarakat seperti pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, hingga lansia dinilai paling rentan mengalami gangguan kesehatan saat suhu udara meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan kelompok-kelompok tersebut memiliki risiko lebih tinggi terdampak cuaca panas ekstrem.

“Kelompok rentan tentu pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia risiko tertinggi mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas (ekstrem),” ucapnya, Minggu (15/3/2026).

Risiko Dehidrasi hingga Heatstroke

Ani menjelaskan, paparan suhu panas yang tinggi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. 

Kondisi ini bisa dimulai dari dehidrasi hingga gangguan yang lebih serius seperti kelelahan akibat panas atau heat exhaustion, bahkan heatstroke.

“Secara umum kalau cuaca panas dari kesehatan, kekurangan cairan (dehidrasi), kelelahan (heat exhaustion), hingga heatstroke,” ujarnya.

Selain itu, cuaca panas juga dapat menimbulkan gejala lain seperti pusing dan kram otot. 

Bahkan dalam kondisi tertentu dapat memengaruhi sistem kardiovaskular dan pernapasan.

“Paparan dari cuaca panas yang tinggi bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan, dan bisa juga terjadi iritasi kulit,” tuturnya.

Batasi Aktivitas Berat Saat Siang Hari

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas, masyarakat diminta melakukan sejumlah langkah pencegahan. 

Salah satunya dengan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama pada siang hari ketika suhu udara sedang tinggi.

Selain itu, warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

“Konsumsi banyak air putih (jangan menunggu haus), menggunakan pakaian ringan atau longgar, dan sebisa mungkin menggunakan topi atau payung saat keluar ruangan. Membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat siang hari,” kata Ani.

Penyebab Cuaca Panas

Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani sebelumnya menjelaskan, suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya ini dipengaruhi oleh beberapa faktor meteorologis.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved