Bangun Flyover Cegah Kecelakaan Kereta, Pemprov DKI: Bintaro Mandek, Latumenten Dikebut

Rano Karno mengungkap kendala pembangunan flyover di kawasan Bintaro akibat proses sosialisasi ke warga yang belum rampung. 

Tayang:
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Ilustrasi Perlintasan sebidang kereta api - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkap kendala pembangunan flyover di kawasan Bintaro akibat proses sosialisasi ke warga yang belum rampung.  

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkap kendala pembangunan flyover di kawasan Bintaro akibat proses sosialisasi ke warga yang belum rampung. 

Di sisi lain, proyek flyover di Latumenten, Jakarta Barat, justru ditargetkan selesai tahun ini.

Adapun kedua flyover itu dihadirkan sebagai upaya pemerintah mencegah kecelakaan di perlintasan kereta.

Flyover Bintaro Terkendala Sosialisasi Warga

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, pembangunan flyover di Bintaro masih menghadapi hambatan, terutama dalam proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

“Bintaro kayaknya masih ada permasalahan dengan masyarakat. Sementara yang saya tahu, Bintaro ini cukup lama sosialisasinya,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/4/2026) petang.

Kondisi ini membuat proyek flyover di Bintaro belum bisa berjalan optimal seperti yang direncanakan.

Flyover Latumenten Dikebut, Target Rampung Tahun Ini

Berbeda dengan Bintaro, pembangunan flyover di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, saat ini terus berjalan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

“Untuk Latumenten ini sedang kami lakukan pembangunan,” kata pemeran Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini.

Proyek ini menjadi salah satu langkah Pemprov DKI untuk mengurangi kemacetan sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta.

Dengan adanya flyover, konflik antara kendaraan dan kereta api diharapkan dapat dihilangkan secara permanen.

Evaluasi Perlintasan Kereta Terus Dilakukan

Pemprov DKI juga memastikan akan terus mengevaluasi perlintasan sebidang yang masih rawan, termasuk yang belum dilengkapi penjagaan optimal.

“Barangkali kalau palang atau pintu itu pasti Jakarta jauh lebih banyak daripada wilayah yang lain, tapi apakah pintu itu ada yang jaga itu memang kita mesti pertanyakan,” ujar Rano.

Langkah evaluasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Jakarta.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved