May Day 2026
Suara Buruh di Hari Buruh: Tak Ada PHK, Hidup Sejahtera hingga Status Kerja Jelas
Peringatan Hari Buruh Internasional setiap tanggal 1 Mei menyimpang beragam harapan dari para buruh. Tak ada PHK hingga hidup sejahtera.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ia berharap pemerintah mampu menjaga stabilitas, termasuk melalui upaya perdamaian global.
“Kalau perang berhenti, itu kan bisa menstabilkan harga,” ujarnya.
Status Kerja dan Jaminan Jadi Harapan
Sementara Maya (41), buruh harian lepas di Sunter datang ke Monas membawa kegelisihan yang lebih personal tentang status kerja dan jaminan hidup.
Sudah belasan tahun ia bekerja, namun statusnya tak pernah berubah.
“Kami sudah 15 tahun tapi masih begini saja,” tuturnya.
Sebagai buruh harian lepas, ia hanya dibayar saat bekerja.
Tak ada kepastian penghasilan, apalagi jaminan kesehatan.
“Kami tidak dapat,” katanya saat ditanya soal BPJS Ketenagakerjaan.
Maya berharap ada kejelasan status bagi pekerja yang telah lama mengabdi, serta jaminan kesehatan yang layak.
Harapan Berbeda, Tujuan Sama
Dari Sueb, Purna, hingga Maya, harapan mereka mungkin terdengar berbeda.
Namun jika dirangkum, semuanya mengarah pada satu hal, yaitu kehidupan yang lebih adil dan sejahtera bagi buruh.
Tak ada PHK, upah yang utuh tanpa beban berlebih, harga kebutuhan yang stabil, hingga kepastian status kerja dan jaminan kesehatan.
Di Hari Buruh ini, suara-suara itu kembali menguat, bukan sekadar tuntutan, melainkan harapan yang terus diperjuangkan tahun demi tahun.
Berita Lainnya
- Baca juga: Panggung May Day 2026 di Jakarta: Monas Ada Prabowo, Tipe-X hingga Kotak, DPR Ada Efek Rumah Kaca
- Baca juga: Agenda Demo Jakarta 1 Mei 2026: Massa Terbelah 400 Ribu Buruh ke Monas, Ribuan Orang Serbu Depan DPR
- Baca juga: Momen Haru Dirut KAI akan Biayai Sekolah Anak Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Ini Profilnya
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita