Mamak-mamak dari Tapanuli Utara Geruduk Kantor BGN, Ada Apa?
Sejumlah warga asal Tapanuli Utara berdiri sambil mengenakan kain ulos di depan kantor BGN, ada apa?
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Di bawah terik matahari yang menyengat kawasan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sejumlah warga asal Tapanuli Utara berdiri sambil mengenakan kain ulos, Senin (2/6/2026).
Mereka bukan datang untuk berwisata ke ibu kota.
Dengan membawa spanduk dan lembar tuntutan, para mamak-mamak itu menggeruduk kantor Badan Gizi Nasional (BGN) demi memperjuangkan pembayaran yang mereka klaim belum diterima selama berbulan-bulan.
Sebagian dari mereka merupakan supplier bahan pangan untuk mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Suasana aksi sempat berubah haru ketika seorang mamak-mamak yang menjadi perwakilan massa menyampaikan keluh kesahnya di depan peserta aksi dan awak media.
Dengan suara lirih, ia menceritakan bagaimana tagihan bernilai ratusan juta rupiah yang menjadi haknya hingga kini belum juga dibayarkan.
Matanya tampak berkaca-kaca saat menyampaikan tuntutan di depan kantor BGN.
Klaim Ada 17 Supplier Belum Dibayar Lunas
Perwakilan Aliansi Masyarakat dan Supplier Kabupaten Tapanuli Utara, Tulus Nababan mengatakan, kedatangan mereka ke Jakarta untuk meminta BGN menindaklanjuti persoalan pembayaran yang disebut belum terselesaikan.
Menurutnya , aksi tersebut diikuti masyarakat Tapanuli Utara, mahasiswa asal Tapanuli Utara, serta para supplier yang mengaku belum menerima pelunasan pembayaran.
“Yang ikut saat ini yaitu adik-adik mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara, masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara, dan mewakili supplier yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara yang tidak dibayar,” kata Tulus di depan kantor BGN.
Tulus mengaku memperoleh informasi dari para supplier bahwa masih ada belasan orang yang belum menerima pembayaran secara penuh.
“Sampai sekarang sekitar kurang lebih 17 orang. Itu penyampaian daripada supplier sama saya,” ujarnya.
Ia menyebut nilai tagihan yang belum terselesaikan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
Menagih Janji dalam Berita Acara
Dalam aksi tersebut, massa juga membawa lembar pernyataan sikap yang berisi dua tuntutan kepada BGN.
Salah satunya meminta Kepala BGN menindaklanjuti Surat Berita Acara Pemantauan dan Pengawasan Nomor 2168/BA/TAUWAS/IV/2026.
| Demo Jakarta Hari Ini, Selasa 2 Juni 2026: Tiga Aksi Massa Turun ke Jalan, Pegawai MBG 'Serbu' BGN |
|
|---|
| Sidak SPPG di Jakbar, Kepala Staf Presiden Temukan Masalah Higienitas hingga Beri Peringatan Tegas |
|
|---|
| Trauma Rumah Pernah Dijarah, Cinta Kuya Telepon Uya Kuya Soal Isu 750 Dapur MBG: Ini Apa Lagi? |
|
|---|
| Difitnah Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Meradang Langsung Lapor Polisi: Masih Zaman Bikin Hoax Bos? |
|
|---|
| Kondisi Terkini Balita di Indramayu Setelah Terlindas Mobil MBG, Ibu Korban Ungkap Hasil CT Scan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/mamak-mamak-dari-Tapanuli-Utara-DATANGI-BGN.jpg)