Ramadan 2026
KH M Cholil Nafis: Ramadan Bukan Beban, Tapi Momentum Keintiman dengan Allah
Bagi orang yang beriman, datangnya bulan Ramadan adalah kebahagiaan. Karena itu, mereka mempersiapkannya jauh-jauh hari.
Allah berfirman dalam hadis qudsi, bahwa setiap amal anak Adam kembali kepada dirinya sendiri. Salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Zakat kembali kepada kita dengan membersihkan harta dan menolong sesama. Haji pun memberikan manfaat rohani dan jasmani.
Namun puasa berbeda. Allah berfirman:
“Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Berapa balasannya? Tidak ada yang tahu. Allah memberikan balasan minimal sepuluh kali lipat, bisa tujuh ratus kali lipat, bahkan bisa lebih baik daripada seribu bulan, sebagaimana kemuliaan Lailatul Qadar.
Inilah makna berkah: bertambahnya kebaikan. Puasa menjadi ibadah yang sangat istimewa karena dilakukan secara rahasia.
Ketika kita salat, orang lain melihat. Ketika zakat, orang lain tahu. Ketika haji, banyak orang terlibat. Tetapi puasa, tidak ada yang tahu kecuali Allah.
Seseorang yang tidak berpuasa karena haid, nifas, atau sakit siapa yang tahu? Begitu juga orang yang berpuasa siapa yang tahu? Kecuali ia sendiri dan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Inilah keistimewaan puasa: hubungan langsung antara hamba dan Sang Pencipta.
Lebih istimewa lagi, kita meninggalkan makanan dan minuman yang halal yang tersedia di rumah kita sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, semata-mata karena perintah Allah. Inilah bentuk ketundukan dan kedekatan kepada-Nya.
Selain pahala yang berlipat ganda, Ramadan juga menghadirkan ampunan dosa.
Ampunan adalah nikmat yang sangat berharga, karena setiap hari kita tidak lepas dari dosa apa yang kita lihat, dengar, ucapkan, bahkan dari aktivitas sederhana seperti bermedia sosial.
Ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, Allah juga memberkahi amal-amal kita.
Umur kita terbatas rata-rata 60 hingga 70 tahun, namun dengan keberkahan Ramadan, Allah melipatgandakan kebaikan sehingga kita bisa meraih pahala besar dalam waktu singkat.
Karena itu, mari kita manfaatkan Ramadan sebaik-baiknya.
| Arus Balik, 15 Bus Angkutan Malam Hari Disiagakan di Terminal Kampung Rambutan |
|
|---|
| Hari Kedua Lebaran 2026, Banjir Kepung Kampung Jati Jaktim, Warga Gagal Silaturahmi |
|
|---|
| Tradisi Idulfitri Warga Duta Kranji, Bersalaman di Jalan Bentuk Barisan Panjang |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Jakarta di Hari Terakhir Ramadan, Jumat 20 Maret 2026: Azan Magrib Pukul 18.07 WIB |
|
|---|
| FOTO Jelang Lebaran, Pedagang Kulit Ketupat di Palmerah Kebanjiran Pembeli |
|
|---|