Ramadan 2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar: Taubat Sejati, Jalan Pengampunan Allah bagi Setiap Hamba
Awali perbaikan masa lampaunya dengan taubat. Taubat berasal dari kata taba-yatubu berarti kembali, yakni kembali ke jalan benar dituntunkan Allah.
Awalilah Dengan Taubat
Oleh Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA,
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Awalilah perbaikan masa lampaunya dengan taubat. Taubat berasal dari akar kata taba-yatubu berarti kembali, yakni kembali ke jalan benar yang dituntunkan Allah SWT.
Jika seseorang datang dan bertaubat dengan taubat sejati (taubah nashuha) maka tidak ada mudharatnya bagi Allah SWT untuk mengampuni yang bersangkutan.
Bahkan Allah SWT menyatakan: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah/2” 222).
Sebesar apa pun dosa seseorang, jika ia bertobat sepenuh hati maka ia akan mendapatkan pengampunan dosa Tuhan, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa’/4: 110).
Ayat lain yang bisa memberikan rasa optimisme bagi para pendosa ialah:
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S. al-Hasyr/39:53).
Kata yagfir al-dzunub jami’a (mengampuni dosa semuanya), adalah sebuah jaminan dari Allah Swt bagi yang dating dengan taubat yang tulus (taubat nashuha).
Imam Al-Gazali dalam Ihya’ ‘Ulumddin-nya, mengatakan, seseorang dinilai bertaubat sepenuh hati jika memenuhi tujuh syarat syarat taubat.
Yaitu, mengucapkan istigfar, meninggalkan dan menjauhi dosa atau maksiat, menyesal sedalam-dalamnya akan kekhilafannya, bertekad dan bersumpah untuk tidak akan kembali melakukan dosa itu, mengganti perbuatan dosa itu dengan amal kebajikan, mengembalikan harta atau hak orang lain yang pernah diambil, dan menyampaikan permohonan maaf secara jujur kepada orang yang pernah difitnah atau dibicarakan aibnya.
Jika orang sudah melakukan keseluruhan syarat taubat tersebut maka pengampunan dosa dijamin dari Allah swt, sebagaimana disebutkan dalam hadis:
“Orang yang bertaubat seperti orang yang tak berdosa”.
Banyak bukti yang diungkapkan dalam ayat dan hadis bahwa sebesar apapun dosa seorang hamba jika datang dengan kesadaran sesungguh hati maka tidak ada beban bagi Tuhan untuk mengampuninya.