Ramadan 2026
Menag Nasaruddin Umar: Qana’ah, Kunci Kekayaan Sejati dan Kebahagiaan Batin
Qana’ah berasal dari kata qani’a-yaqna’ berarti merasa puas apa yang ada, rela menerima jatah kenyataan dari Allah SWT, apapun adanya kenyataa itu.
Menggapai Pribadi Qana’ah
Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
TRIBUNJAKARTA.COM - Dalam bahasa Indonesia sudah umum difahami bahwa qana’ah ialah orang-orang yang sudah merasa cukup yang ada pada dirinya.
Qana’ah berasal dari akar kata qani’a-yaqna’ berarti merasa puas apa yang ada, rela menerima jatah kenyataan yang datang dari Allah SWT, apapun adanya kenyataan itu.
Para ahli hakekat memahami qana`ah sebagai sikap tenang di dalam menghadapi hilangnya sesuatu yang biasa ada.
Dikatakan juga merasa cukup dengan yang sedikit. Ada juga yang mengatakan merasa kaya dengan yang ada. Lawan dari qana’ah ialah rakus.
Rakus ialah orang-orang yang tidak pernah merasa puas, sebanyak apapun harta yang dimilikinya.
Hanya penampilan wujudnya yang kelihatan mewah tetapi di dalam hati dan pikirannya betul-betul sangat miskin.
Ikrimah dan beberapa ulama tafsir mempunyai beragam pendapat tentang ayat:
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. al-Nahl/16:97).
Yang dimaksud hayatan thayyibah (kehidupan yang baik) dalam ayat ini adalah qana’ah.
Demikian juga dalam ayat:
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki. (Q.S. al-Hajj/22:58).
Yanag dimaksud rizqan hasanan (rezki yang baik) dalam ayat ini adalah qana’ah, sebagaimana ditegaskan juga di dalam ayat lain:
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Q.S. al-Ahdzab/33:33).